Suatu hari entah kenapa aku pingin banget makan es pisang ijo. Bukan sekadar pingin, tapi sudah masuk kategori ngidam ringan yang tiba-tiba muncul begitu aja. Hehe… Manteman juga pernah ngerasain kayak gitu juga nggak, sih? :D
Akhirnya aku mulai browsing. Cari-cari di sekitar rumah, kira-kira di mana, ya, bisa makan es pisang ijo yang enak tanpa harus pergi terlalu jauh?
Nah, dari pencarian itulah aku menemukan sebuah restoran makanan khas Makassar di Depok. Namanya Daeng Carammeng. Lokasi lengkapnya ada di Jalan Melati Raya No. 6, Pancoran Mas, Kota Depok.
Rupanya bukan hanya menjual es pisang ijo, tapi Daeng Carammeng juga menjual berbagai macam makanan khas Makassar lain yang membuatku langsung tertarik.
Setelah melihat berbagai menu di restoran tersebut, aku jadi makin semangat lagi buat segera ke sana dan berharap bisa makan bisa makan mie titi juga… :D
Buat yang belum familiar, mie titi adalah sajian mie khas Makassar yang sekilas mengingatkanku pada ifumie. Mienya digoreng kering lalu disiram kuah kental berisi sayuran dan suwiran ayam. Kebayang, kan. Pokoknya comfort food banget, deh. Apalagi disantap hangat.
Karena rasa penasaran dan keinginan makan es pisang ijo dan mie titi sudah memuncak, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk langsung datang ke Daeng Carammeng.
Tapi… Nasib berkata lain. Pas sampai sana, ternyata restorannya tutup! Hiks….
Aku masih ingat rasa kecewanya waktu itu. Sudah membayangkan semangkuk es pisang ijo dan hangatnya mie titi, eh, ternyata harus gigit jari. Saking penasarannya, aku sampai menghubungi lewat WhatsApp untuk bertanya kapan restoran buka lagi. Kalau tidak salah saat itu memang masih dalam suasana setelah Lebaran.
Akhirnya, ya, sudahlah. Keinginan makan es pisang ijo yang tadinya membara perlahan redup. Seperti banyak keinginan kecil lainnya, akhirnya rasa inginku itu tersimpan lalu terlupakan begitu saja.
Sampai beberapa minggu kemudian aku sedang jalan bersama suami untuk mencari makan malam. Sebenarnya kami sudah berencana untuk membeli sesuatu, aku juga agak lupa waktu itu mau beli makanan apa.
Namun tiba-tiba suamiku mengarahkan motor menuju satu tempat yang rasanya familiar. Lho? Ternyata… Daeng Carammeng! :D
Dan alhamdulillah, kali ini restorannya buka. Hehehe… Rasanya senang banget. Lucu ya, kadang kebahagiaan datang dari hal sesederhana tempat makan yang akhirnya berhasil didatangi setelah sempat gagal. :D Akhirnya aku dan suami pun makan di sana dan nggak lupa pesan take away untuk anak-anak di rumah… :D
Suasana Homey di Daeng Carammeng Depok
Dari luar, Daeng Carammeng sudah cukup menarik perhatian. Di bagian depannya berdiri replika kapal phinisi yang membuat restoran ini mudah dikenali.
Bagi masyarakat Bugis dan Makassar, kapal Phinisi bukan sekadar kapal layar biasa. phinisi adalah simbol identitas, semangat merantau, keberanian, sekaligus keahlian pelaut Sulawesi Selatan yang sudah dikenal sejak lama.
Kapal tradisional ini menjadi lambang perjalanan dan ketangguhan masyarakat pesisir dalam mengarungi lautan. Nggak heran kalau keberadaan replika phinisi di depan Daeng Carammeng memberi sentuhan budaya yang kuat dan terasa khas Makassar banget. Bahkan sebelum makanan datang, nuansa Sulawesinya sudah terasa lebih dulu.
Meski restoran ini nggak terlalu luas, suasananya terasa nyaman dan homey. Tempat ini seperti menghadirkan rasa hangat. Aku pribadi suka tempat makan seperti ini. Nggak terlalu besar dan kebetulan juga nggak ramai. Kebetulan pas aku dan suami datang hanya terlihat satu meja saja yang terisi.
Lokasi restorannya sendiri menurutku juga cukup strategis di pinggir jalan raya di kawasan Pancoran Mas. Tempat ini relatif mudah dijangkau dari berbagai area di Depok.
Menikmati Mie Titi, Coto, dan Es Pisang Ijo yang Sudah Lama Dinanti
Begitu duduk, kami langsung diberikan buku menu dan nggak perlu waktu lama aku memesan beberapa menu yang memang sudah lama membuat penasaran. Menu yang kami pesan antara lain: mie titi, coto, buras, dan tentu saja, es pisang ijo. :)
1. Mie Titi yang Gurih dan Memuaskan
Menu pertama yang kucicipi tentu mie titi. Begitu disajikan, tampilannya langsung menggoda. Mie kering renyah dengan kuah kental dengan isian yang melimpah. Sekilas memang mirip ifumie, tapi setelah dicoba rasanya punya karakter sendiri.
Kuahnya mantap. Gurih, hangat, dan terasa comforting. Ada rasa yang membuatku ingin terus menyeruputnya sampai habis. Mienya tetap punya tekstur renyah yang menyenangkan meski terkena kuah.
Buat pecinta olahan mie berkuah seperti aku, menu ini jelas memuaskan. Oiya, rasa kuah kaldunya juga terasa seperti buatan rumahan. Maksudnya seperti buatanku tapi versi naik kelasnya ahahaha…
2. Coto Makassar dan Buras, Perpaduan yang Klop!
Selanjutnya ada coto Makassar yang ditemani buras. Sebenarnya ini adalah menu pesanan suamiku. Jadi begitu semangkuk coto disajikan, ada sepiring buras dan ketupat yang juga ditaruh di atas meja.
Ternyata kita boleh memilih mau menyantap coto dengan pendamping apa. Nah, suamiku pun memilih untuk menikmati coto dengan buras.
Buras sendiri adalah makanan khas Makassar yang mirip lontong, dibungkus daun pisang dan punya rasa gurih. Memang cocok sekali dijadikan pasangan coto.
Dan soal kuah coto? Gimana rasanya? Aku sempat mencoba sedikit menu ini. Dan memang mantap!
Aku suka kuah coto di sini. Kaya rempah, hangat, dan sama seperti mie titi, terasa comforting banget. Ada rasa gurih yang dalam tapi tetap ramah di lidah. Menikmatinya bersama buras membuat pengalaman makan jadi terasa lebih lengkap.
3. Es Pisang Ijo yang Akhirnya Kesampaian
Lalu tibalah momen yang sejak awal paling kutunggu. Es pisang ijo.
Jujur, ada rasa puas yang sulit dijelaskan waktu akhirnya semangkuk es pisang ijo itu sampai di meja. Setelah drama datang ke restoran yang tutup dan jeda berminggu-minggu, akhirnya keinginan itu benar-benar kesampaian. :D
Dan syukurlah… rasanya pun enak. Aku suka karena manisnya nggak berlebihan.
Pisangnya lembut, balutan hijaunya pas, dan keseluruhan rasanya terasa seimbang. Mungkin karena penantian yang cukup panjang juga ya, jadi rasanya terasa lebih spesial, ya…Hihi… :D
Nah, untuk menu selengkapnya yang ada di Restoran Daeng Carammeng bisa Manteman lihat di bawah ini, ya:
Daeng Carammeng, Tempat yang Rasanya Ingin Didatangi Lagi
Pengalaman makan di Daeng Carammeng buatku bukan sekadar soal kuliner Makassar.
Ada cerita kecil di baliknya. Tentang keinginan sederhana yang sempat tertunda, tentang restoran yang pernah kudatangi dalam keadaan tutup, lalu akhirnya berhasil kami nikmati kemudian.
Kadang memang ada makanan yang terasa lebih nikmat karena diperjuangkan, ya… hehe… :D
Kalau kamu sedang mencari restoran makanan khas Makassar di Depok, Daeng Carammeng bisa jadi pilihan yang menarik. Tempatnya nyaman, suasananya homey, lokasinya strategis, dan menu-menunya juga memanjakan lidah.
Daeng Carammeng
Jalan Melati Raya No. 6, Pancoran Mas, Kota Depok
No. WA: 0812 1800 8911
Jam buka: 08.00 - 21.00/21.30
Dita Indrihapsari
















































