Aku, tuh, beneran nggak nyangka kalau kawasan Blok M bakal seramai sekarang! Blok M termasuk tempat mainku dulu waktu masih kecil… :D
Dulu sering banget diajak orang tua ke Gramedia sama ke Matahari Blok M. Kenangan makan di AH juga masih ku simpan terus di memori. Dulunya ramai, namun ada masanya Blok M yang ditempati oleh banyak mal sempat “mati suri”.
Kini Blok M bangkit kembali. Banyak tenan makanan baru yang viral, seperti Obihiro Nikudon, yang membuat banyak orang dari berbagai kalangan datang ke Blok M.
Saat lebaran lalu, aku dan sekeluarga sempat juga berkunjung ke Blok M. Niatnya pingin juga mencoba salah satu gerai makanan di sana, tapi antrinyaaa panjang banget! :D Akhirnya kami pun cuma sempat ke Gramedia Jalma dan beli minuman di dalam Blok M Square.
Nah, siapa sangka di balik hiruk-pikuk pusat perbelanjaan Blok M Square yang legendaris, terdapat sebuah tempat ibadah dengan arsitektur yang menakjubkan? Bukan di lantai dasar atau terselip di antara tenan ruko, tempat ibadah ini justru berdiri megah di titik tertinggi bangunan.
Yap, ini dia Masjid Nurul Iman, sebuah masjid yang memegang predikat sebagai salah satu masjid terbesar yang dibangun di atas pusat perbelanjaan di Indonesia! Gimana nggak besar kalau masjid ini bisa menampung sampai ribuan jamaah, lho!
Yuk, simak cerita aku soal Masjid Nurul Iman Blok M Square di tulisan ini… :)
Lokasi Unik dan Strategis di Jantungnya Jakarta Selatan
Menurutku kalau lagi berada di sekitaran Blok M Square atau memang lagi belanja di Blok M Square nggak perlu lagi khawatir soal ibadah sholat. Di mal ini bukan hanya disediakan mushola, tapi langsung ada masjid besar! :D
Masjid Nurul Iman terletak tepat di lantai 7 Mal Blok M Square. Coba, ada masjid apa lagi yang berada di bagian paling atas sebuah mal? Kalau mau sensasi ibadah yang berbeda, Manteman bisa coba sholat di masjid ini, deh… :)
Nah, sebenarnya letak masjid yang berada di atap mal bisa memberikan ketenangan tersendiri, ya. Jauh dari kebisingan suara kendaraan di bawah, namun tetap mudah dijangkau oleh siapa saja.
Untuk menuju ke Masjid Nurul Iman, kita bisa masuk ke dalam bangunan Blok M Square dari pintu masuk manapun. Lanjut naik eskalator atau lift sampai ke masjidnya.
Saat aku dan keluarga mau sholat ashar di masjid ini sebelum pulang, kondisinya cukup ramai. Aku melihat ada banyak orang yang sama-sama mau menuju ke masjid.
Konsep Arsitektur, Serasa Berada di Masjid Nabawi
Satu hal yang langsung memikat mataku saat pertama kali menginjakkan kaki di kawasan Masjid Nurul Iman di lantai 7 ini adalah kemiripan atmosfernya dengan masjid-masjid di Timur Tengah.
Sepertinya, sih, arsitektur masjid ini mengadopsi Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan masjid-masjid di Turki dalam rancangan masjid ini. Coba kita bedah satu-satu soal sisi arsitektur Masjid Nurul Iman ini, ya.
1. Replika Masjid Nabawi di Area Wudhu
Salah satu fitur paling menarik adalah area wudhu dan toiletnya. Arsitektur masjid mendesain area ini dengan payung-payung besar yang identik dengan Masjid Nabawi di Madinah. Hal ini aku lihat ada di area wudhu jamaah laki-laki (ikhwan) yang aku lihat pada foto di suatu website.
Nah, sedangkan kalau tempat wudhu jamaah perempuan (akhwat) yang aku masuki nggak seperti payung atasnya, tapi memang bagian atasnya transparan dengan lantai keramik krem dan ukiran-ukiran kayu berwarna putih di atasnya.
2. Miniatur Ka’bah
Di halaman luar masjid, pengunjung akan disambut oleh miniatur Ka’bah yang cukup besar. Area ini sering digunakan untuk kegiatan manasik haji dan umrah. Di sekelilingnya terdapat taman. Oiya, area Ka’bah ini semi terbuka, ya. Jadi atasnya sudah ditutup oleh kanopi. Mungkin supaya nggak panas, ya. Jadi bisa membuat orang lebih nyaman jika berada di sana untuk manasik. Apalagi biasanya ada kunjungan anak-anak TK yang manasik di sana. Kebayang kalau panas bisa cranky, deh, anak-anak… :)
3. Interior Megah
Masjid ini terbagi menjadi dua bagian besar: area barat untuk jamaah ikhwan dan area timur untuk jamaah akhwat.
Di ruang utama ikhwan, langit-langitnya dihiasi dengan lukisan awan biru yang dan lampu gantung kristal. Sedangkan di ruang utama jamaah akhwat terdapat pilar-pilar besar yang mirip dengan Masjid Nabawi.
Fasilitas Masjid Nurul Iman Blok M Square
Sebagai masjid yang dikelola secara profesional di pusat kota, fasilitas yang tersedia kelihatannya juga memadai, ya. Hal ini bisa aku lihat dari beberapa hal, yaitu:
- Kapasitas Besar: Masjid ini memiliki luas sekitar 4.000 hingga 5.000 meter persegi. Dalam kondisi normal, ia dapat menampung sekitar 6.000 hingga 10.000 jamaah. Namun, pada momen besar seperti Salat Id, kapasitasnya disebut-sebut bisa dimaksimalkan hingga menjangkau 14.000 orang di seluruh area lantai 7. Kebayang, kan, gedenya segimana! Makanya aku penasaran, deh, pingin lihat gimana kondisi masjid ini dari atas. :)
- Pendingin Ruangan (AC): Di dalam ruang utama, tersedia AC yang membuat ibadah tetap bisa berjalan khusyuk meski di siang hari.
- Fasilitas Mukena Bagi Akhwat: Tersedia mukena bagi pengunjung wanita yang nggak membawa mukenanya sendiri.
- Tempat Menyimpan Alas Kaki: Baik di bagian akhwat maupun ikhwan terdapat tempat khusus untuk menyimpan alas kaki, ya Ada petugasnya juga yang siap membantu.
- Kajian Rutin: Masjid Nurul Iman aktif banget sebagai pusat dakwah. Masjid ini sering mengadakan kajian sunnah oleh ustadz-ustadz ternama. Bahkan setiap hari juga ada jadwal kajian yang bisa diikuti. Untuk ikut dan mendengarkan kajian juga gratis, lho. Dengan adanya kajian rutin ini, jamaah yang datang bukan hanya pengunjung mal, melainkan juga masyarakat umum yang sengaja datang untuk menuntut ilmu.
- Buka Puasa Bersama: Saat bulan Ramadhan, Masjid Nurul Iman dikenal dermawan dalam menyediakan ta’jil gratis bagi para musafir dan pengunjung yang ingin berbuka di sana.
Area Akhwat Masjid Nurul Iman Blok M Square
Saat berada di Masjid Nurul Iman Blok M Square aku hanya masuk ke dalam bagian akhwat saja. Jadi aku nggak tahu bagaimana bagian dalam bagian ikhwan-nya, ya. :) Tapi kalau lihat di beberapa foto di beberapa portal berita, tempat sholat ikhwan tampak sangat luas dengan langit-langit yang indah seperti yang sudah aku singgung sebelumnya di atas.
Untuk tempat sholat khusus akhwat sebenarnya menurutku juga luas. Saat aku masuk ke dalam, ada banyak akhwat yang sedang sholat di beberapa shaf bagian depan.
Meski tampak ramai, tapi keadaannya nggak sumpek. Bisa jadi karena langit-langit masjid ini memang tinggi. Selain itu dengan pilar-pilar penopang dan bagian atas pilar yang dicat putih selang-seling dengan abu-abu, bentuknya mirip sekali dengan Masjid Nabawi… :)
Oiya, yang aku salut dari masjid ini adalah disediakannya banyak kursi lipat! Sepertinya pengurus masjid paham banget kalau ada saja, kan, jamaah masjid yang sudah lansia jadi nggak kuat untuk sholat berdiri. Atau bisa jadi ada jamaah yang mengalami kondisi tertentu sehingga hanya bisa sholat sambil duduk.
Di bagian akhwat ini aku lihat juga tersedia mukena. Namun sayangnya tempat menaruh mukenanya di boks dekat deretan kursi lipat dengan kondisi yang berantakan. Jadi kayaknya, sih, pengguna mukena langsung buru-buru memasukkan mukena yang mereka pakai ke boks itu tanpa melipatnya lagi.
Di dalam ruang sholat akhwat pada bagian depan juga ada layar besar. Jika ada kajian rutin dari ustadz, para akhwat pun bisa tetap mendengar dan melihatnya melalui layar tersebut.
Sayangnya, di bagian akhwat ini yang menurutku kurang rapi selain boks tempat mukena juga tempat menaruh alas kaki. Sebenarnya sudah disediakan tempat khusus, tapi sepertinya, sih, jamaah lebih senang menaruhnya langsung tepat di bagian depan area jamaah perempuan…
Selain itu toilet di bagian akhwat menurutku juga kurang terawat. Kondisinya basah dan membuatku agak kurang nyaman. Mungkin karena saking banyaknya jamaah, ya. Aku juga nggak melihat petugas kebersihannya saat ada di bagian akhwat. Aku harap semoga masjid ini terkhususnya di bagian akhwat agar lebih rapi, lebih bersh, dan lebih tertata dengan baik… :)
Jam Buka dan Aturan Kunjungan
Masjid Nurul Iman buka mengikuti operasional mal, namun untuk akses ibadah biasanya sudah dimulai sejak waktu Subuh bagi warga sekitar atau pengelola, dan tetap aktif hingga waktu Isya berakhir.
Selama bulan Ramadhan, masjid ini bahkan sering digunakan untuk i’tikaf (berdiam diri di masjid) pada 10 malam terakhir, yang berarti masjid bisa beroperasi hampir 24 jam.
Cara Menuju Ke Masjid Nurul Iman Blok M Square
Karena letaknya di Blok M, akses transportasi umum menuju lokasi ini sangatlah mudah. Aku coba tulis beberapa alternatif menuju Masjid Nurul Iman Blok M Square menggunakan transportasi umum, ya.
MRT Jakarta: Turun di Stasiun MRT Blok M BCA. Dari sana, kita hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit menuju gedung Blok M Square.
TransJakarta: Berhenti di Halte Blok M (Terminal Blok M). Lokasi mal berada tepat di seberang terminal, sangat praktis bagi pengguna busway.
Commuter Line (KRL): Jika datang dari arah Bogor atau Bekasi, kita bisa turun di Stasiun Sudirman, lalu melanjutkan perjalanan dengan MRT atau TransJakarta menuju arah Blok M.
Kendaraan Pribadi: Kita bisa langsung memarkir kendaraan di gedung parkir Blok M Square. Langsung saja parkirkan kendaraan di lantai atas (P5 atau P6) agar lebih dekat saat naik eskalator atau lift menuju lantai 7.
Gimana, bagi Manteman yang Muslim apakah sudah pernah mengunjungi Masjid Nurul Iman di Blok M ini? Kalau sudah pernah, yuk, ceritain gimana pengalaman kamu saat berada di masjid ini.
Bagi yang belum ke sana, apakah tertarik juga buat merasakan sensasi sholat di atas ketinggian mal di Jakarta ini? :D
Dita Indrihapsari



























































