Pengalaman Menginap di Hotel Sultan Jakarta

 



Apa yang pertama kali ada di benak Manteman begitu mendengar atau membaca dua kata ini:  HOTEL SULTAN?


Hmmm, kalau aku, apakah menginap di hotel tersebut akan terasa seperti sultan beneran? :D 


Rasa penasaran itulah yang membawaku dan keluarga akhirnya memutuskan untuk staycation di hotel ini tahun lalu. :) Alhamdulillah lagi ada rezekinya buat ngerasain hotel bintang lima ini.


Seberapa mewahnya, sih, hotel ini? Apakah menu makanannya enak? Fasilitasnya seberapa banyak dan selengkap apa, ya?


Hotel Sultan memang bukan hotel baru. Malah bisa dibilang kalau hotel ini, tuh, jadi salah satu hotel legend di Jakarta. Bahkan sebelum hotel-hotel mewah lainnya bermunculan di Jakarta, hotel ini jadi salah satu hotel primadona gitu. 


Banyak tokoh penting dan terkenal yang menginap di sini. Kalau ngadain acara di Hotel Sultan rasanya pasti prestise sekali. 


Tapi Hotel Sultan juga nggak hanya dikenal dengan hal-hal positifnya aja. Ada juga masalah dan kasus yang mendera hotel ini. 


Nah, gimana rasanya pengalaman menginap langsung di sana? Gimana sejarah hotel ini? Dan apa saja, sih, masalah yang dialami oleh Hotel Sultan?  Itulah yang ingin kuceritakan di tulisan ini.



Kesan Pertama, Hotel Luas dengan Nuansa Jawa &  Bali

Hotel Sultan sebenarnya memiliki nama resmi The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Dari namanya saja sudah ketahuan, ya, kalau Hotel Sultan bukan hanya hotel tapi juga hunian seperti apartemen. 


Hotel ini berlokasi di dalam kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Meski lokasinya di dalam GBK, namun akses untuk ke Hotel Sultan kini sangat terbatas. Jadi nggak bisa sembarang masuk dari pintu-pintu GBK. Untuk bisa mengakses hotel ini, kita bisa masuk melalui pintu di persimpangan Semanggi yang mengarah ke DPR. 


Kenapa akses ke hotel ini sulit? Nah, nanti aku ceritain di bagian masalah-masalah yang menyangkut hotel ini, ya.   




Begitu sampai di lobi, aku dan anak-anak menuju resepsionis. Sedangkan suami memarkirkan mobil terlebih dahulu. Aku lanjut check in dan diterima dengan ramah oleh staf hotel.


Setelah semua berkumpul, kami menuju ke kamar, dan istirahat sebentar. Kemudian sorenya barulah aku berkeliling Hotel Sultan untuk menikmati suasananya. 


Terlihat sekali dari bagian dalamnya kalau hotel ini termasuk hotel old. Tapi tetap terlihat apik dan mewah. 




Hotel ini berdiri di lahan yang sangat luas. Ada pepohonan tinggi, taman hijau, dan jalan-jalan kecil di dalam area hotel membuat suasananya terasa jauh dari kesan hotel di kota yang padat. Bayangin aja luasnya sampai 8 hektar!


Yap, meski ada di tengah kota banget, begitu di dalam area Hotel Sultan suasananya berbeda. Apalagi banyak ornamen-ornamen Bali dan Jawa di dalam hotel. Bahkan di halamannya saja ada beberapa gapura seperti di Bali, lho. :) 


Di kolam renangnya pun beberapa pohonnya dibalut kain kotak-kotak hitam putih. Bali banget, kan! :D 



Kamar Luas Dengan Bathtub

Seperti hotel lama yang pernah aku inapi, Hotel Sultan juga tipikal hotel dengan kamar yang sangat luas.


Ukuran kamar Hotel Sultan tergolong besar dibandingkan banyak hotel modern saat ini. Penataan ruangnya fungsional, dengan area tidur, meja kerja, dan ruang gerak yang lega.


Aku sengaja memesan kamar dengan twin bed supaya bisa lebih leluasa untuk sekeluarga. Ditambah lagi di kamar juga ada sofa. Wah, seneng banget! Padahal ini tipe kamar terendahnya, lho!


Namanya juga hotel lama, interior kamar memang nggak mengikuti tren hotel kekinian, tapi justru di situlah letak karakternya. Kamar ini terasa “hotel klasik”, bukan tua dalam arti negatif, ya. Tempat tidurnya nyaman, kamar mandi bersih, dan fasilitas dasar seperti amenities juga tersedia dengan baik.


Senangnya lagi di kamar mandi juga terdapat bathtub. Pas banget buat berendam, apalagi aku pun sempat kelelahan setelah berkeliling seharian… :)




Salah satu hal yang kusukai adalah suasana kamar yang relatif tenang. Meskipun berada di pusat Jakarta, suara kendaraan hampir tidak terdengar, terutama di malam hari. Tidur pun terasa lebih nyenyak. 



Fasilitas Hotel Sultan Jakarta


Kolam Renang dan Area Outdoor

Hotel Sultan memiliki kolam renang dengan area yang cukup luas. Dikelilingi pepohonan dan area terbuka, suasananya jadi nggak terasa sumpek. Ini menjadi nilai tambah, terutama bagi tamu keluarga atau mereka yang ingin bersantai tanpa harus keluar hotel.


Kolam renangnya memang nggak gitu besar tapi cocok banget buat anak-anak. Kedalamannya juga aman, kok. Aku lupa, sih, berapa pastinya kedalaman kolam renangnya, tapi yang pasti anakku yang tingginya 150 cm dan belum gitu jago berenang berani untuk ada di pinggirannya. 🙂


Nah, di pinggir kolam juga ada restoran Pizzeria. Jadi bagi tamu yang lapar setelah berenang bis banget memesan makan di sana.



Area Hijau yang Mendominasi

Salah satu kekuatan utama Hotel Sultan adalah ruang hijaunya. Banyak tamu memanfaatkan area taman untuk berjalan santai, jogging ringan atau sekadar duduk menikmati suasana. Rasanya seperti menemukan oase di tengah Jakarta.


Begitu pula dengan aku dan keluarga. Kami sempat jalan-jalan di tamannya, foto di gerbang ala Bali. 


Oiya, menariknya lagi di hotel ini aku juga melihat ada satu area tempat menanam berbagai macam herbs. Ada tanaman cabai, lengkuas, kunyit, dan lainnya. Lokasi tanaman ini berada di antara playground anak dan lapangan tenis.



Restoran dan Sarapan

Area restoran cukup luas dan mampu menampung banyak tamu. Menu sarapan bervariasi, dari hidangan Indonesia hingga internasional, dengan cita rasa yang lumayan enak juga. 



Fasilitas Pendukung Lain

Hotel Sultan juga dilengkapi dengan playground anak di outdoor, taman kelinci, gym, jogging track, spa, lapangan tenis, ballroom, dan ruang pertemuan dalam berbagai ukuran. 






Sejarah Singkat Hotel Sultan Jakarta

Setelah aku cerita tentang pengalaman menginap di hotel ini, sekarang aku bahas soal sejarah Hotel Sultan, ya. Cukup menarik mengikuti perkembangan hotel ini dari dulu hingga sekarang. 


Tahukah Manteman kalau sebelum bernama Hotel Sultan awalnya hotel ini bernama Hotel Hilton?


Berada di kawasan GBK sebenarnya tanah yang ditempati hotel ini merupakan tanah milik negara. Namun pada tahun 1971, Ali Sadikin yang menjadi Gubernur Jakarta menyerahkan tanah itu ke PT Indobuildco dalam bentuk Hak Guna Bangunan atau HGB. 


Nah, di lahan itulah kemudian dibangun hotel tahun 1971 secara bertahap sampai tahun 90an. Hotel ini lalu diresmikan dan mulai beroperasi tahun 1976. Wah, pas banget, ya, tahun berusia 50 tahun!


Hotel ini dinamakan Hotel Hilton karena dikelola oleh jaringan Hilton. Di tahun 2006 barulah kontrak Hilton terhadap hotel ini berakhir. Hotel ini pun berdiri secara independen dan dari tahun tersebut sampai sekarang hotel ini bernama Hotel Sultan.



Polemik dan Kasus Hotel Sultan

Selain dikenal sebagai hotel legendaris, Hotel Sultan juga kerap muncul dalam pemberitaan beberapa kasus. Ada yang pernah dengar kasus yang terjadi di Hotel Sultan?


Di tahun 2005 saat Hotel Sultan masih bernama Hotel Hilton, terjadi kasus penembakan di hotel ini. Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. 


Ceritanya, saat itu Adiguna Sutowo diberitakan menembak penagih bill yang juga seorang mahasiswa bernama Yohannes. Kejadian nahas ini terjadi di Islan Fluid Bar Hotel Hilton. Akibatnya, Adiguna Sutowo pun dihukum penjara selama tujuh tahun.


Adiguna Sutowo bukan orang biasa. Ia adalah adik dari Pontjo Sutowo yang merupakan Direktur Utama PT Indobuildco. Ingat nggak apa itu PT Indobuildco? Aku sempat nulis perusahaan ini di atas. Yap, ini adalah perusahaan yang mengelola Hotel Sultan. Jadi pelaku memang termasuk orang yang berkuasa, ya. 


PT Indobuildco pun kini masih terlibat masalah. Mestinya saat ini Hotel Sultan sudah dikosongkan. Kenapa? Karena HGB Hotel Sultan telah habis di tahun 2023. Hotel Sultan kini telah sudah berstatus milik negara. 


Namun hingga aku menulis tulisan blog ini, Hotel Sultan masih beroperasi. Masih ada tamu yang menginap di hotel tersebut. 


Tapi dari berbagai artikel yang aku baca, sebenarnya kasus ini nggak sesederhana itu. Ada juga tuntutan dari PT Indobuildco dan hasil putusan yang berbeda antara pengadilan. Wah, ruwet, sih, kasusnya. Bagi Manteman yang penasaran mungkin bisa cek sendiri,  ya, kasusnya di beberapa portal pemberitaan. 


Di tulisan blog ini aku hanya kasih gambaran di permukaannya aja. :) Makanya terjawablah sudah kenapa akses untuk masuk ke hotel ini terbatas dan cukup sulit. Ternyata memang sedang bersengketa dengan GBK atau dalam hal ini pemerintah. 




Nah, saat aku dan keluarga menginap di hotel ini pun ternyata sudah ada masalah itu. Aku yang nggak ngeh tentunya agak kaget juga. Jadi buat Manteman bisa lebih waspada dan berhati-hati lagi. 


Sebenarnya aku dan keluarga punya pengalaman menyenangkan, sih, staycation di Hotel Sultan. Lokasi strategis, bisa Car Free Day, sekaligus menikmati  suasana olahraga di kawasan GBK juga. Cocok banget hotel ini sebagai hotel keluarga. Namun sangat disayangkan, ya, kalau ada kasus seperti yang aku ceritakan itu.


Semoga aja permasalahan di Hotel Sultan cepat selesai dan ada jalan keluar terbaik untuk pihak-pihak yang bersengketa. 




Dita Indrihapsari


Taste of Australia 2026, Serunya Masak Bersama Callum Hann & Mencicipi Kuliner Khas Australia

 


Pesan masuk di Whatsapp Group Food Blogger ID Community tiba-tiba menghentikan aktivitasku. Di Whatsapp tersebut ada informasi mengenai undangan untuk siapa saja member komunitas yang dapat hadir di event Taste of Australia 2026.  


Setelah melihat waktu, tempat, dan detail acaranya, tanpa pikir panjang aku pun segera mendaftar. 


Selain waktu pelaksanaan event tersebut pas banget sama waktu kosongku, aku pun berharap bisa melihat langsung Callum Hann! :D Adakah Manteman yang tahu dan mengikuti perjalanan Callum Hann di Masterchef Australia? :) 


Ya, sekitar 15 tahun lalu aku mulai mengikuti tayangan Masterchef Australia di televisi. Suka sekali dengan konsep acaranya. Juri-juri yang sangat suportif dan peserta yang multikultural serta menu-menu sajian yang dulu begitu asing buatku. 


Nah, di Masterchef Australia Season 2 inilah Callum Hann pertama kali muncul. Saat itu ia masih muda dan sedang berkuliah. Meski usianya masih muda, tapi talentanya luar biasa. Bahkan di season itu, ia berhasil menjadi runner up!


Setelah itu, aku mengikuti beberapa seri Masterchef Australia di tahun-tahun berikutnya. Aku pun jadi sedikit banyak tahu soal menu makanan orang di sana, bahan-bahan yang biasa mereka pakai, dan lainnya. 


Karena itulah menurutku event Taste of Australia pasti menarik banget untuk diikuti… :) Apalagi bagiku yang belum pernah ke Australia dan rasanya ingin sekali mencicipi sajian khas dari sana… :) 



Apa Itu Taste of Australia 2026?

Taste of Australia merupakan program yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner Australia sekaligus mempromosikan bahan pangan asal Negeri Kangguru tersebut.


Ibu Gita Kamath, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia


Namun, lebih dari itu, Taste of Australia juga menjadi bagian dari diplomasi kuliner, sebuah cara menyenangkan untuk membangun kedekatan antar negara melalui pengalaman makan bersama… :) 


Di tahun 2026 ini, Taste of Australia menjadi semakin spesial karena bertepatan dengan 77 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Australia. Sehari sebelum event Taste of Australia, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese melakukan lawatan juga ke Indonesia dan bertemu Presiden Prabowo di Istana. 


Taste of Australia 2026 sendiri digelar pada 7 Februari 2026 dan berlokasi di DoubleTree Hotel by Hilton Jakarta. Menuju ke DoubleTree Hotel, aksesnya sangat mudah. Dekat dengan transportasi umum. Suasananya pun mendukung konsep festival kuliner yang santai namun tetap eksklusif.



Demo Masak Hidangan Steak Ala Australia

Di acara Taste of Australia 2026 ini, hadir Ibu Gita Kamath, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia. Setelah pembukaan dan Ibu Gita Kamath memberikan speech serta menyambut para undangan, Ibu Gita Kamath pun bergabung dengan Chef Callum Hann untuk demo masak. 


Dalam sesi demo memasak ini, Callum Hann menampilkan olahan Australian Rib Eye Steak. Di menu ini, ia memakai salah satu produk daging unggulan Australia. 


Dengan teknik memasak yang tepat, rib eye tersebut menghasilkan tekstur yang juicy dan kaya rasa, tanpa bumbu yang berlebihan. Salah satu kuncinya ada di pemakaian wajan yang panas dan suhu daging yang menyamai suhu ruang saat diolah.



Kehadiran Callum Hann menjadi magnet tersendiri di acara Taste of Australia ini. Nggak hanya jago banget masak, tapi ia juga pandai berbagi cerita di balik setiap hidangan. 


Selama sesi cooking demo, nggak hentinya Callum Hann bercerita tentang budaya makan di Australia, dan nggak ketinggalan memberikan tips supaya sajian steak bisa tampil maksimal. 


Usai demo masak, para tamu termasuk aku dan teman-teman komunitas Food Blogger ID dipersilakan untuk mencicipi hidangan khas Australia yang sudah disiapkan. 




 

Sajian Khas Australia yang Menggugah Selera

Setiap pengunjung di acara ini mendapatkan passport kuliner Australia. Di dalamnya terdapat berbagai nama menu yang nantinya jika sudah dicoba, passport tersebut bisa “dicap”. Menarik banget, ya. 




Nah, beberapa menu yang disajikan dalam acara ini di antaranya:


Sausage Sizzle

Sosis panggang ala Australia yang sederhana namun selalu jadi favorit. Ukurannya cukup besar. Biasanya disajikan dengan roti tawar dan saus bawang bombay. Menu ini identik dengan acara-acara pesta kebun di Australia.


Mini Meat Pies

Pai daging berukuran kecil dengan kulit pastry renyah dan isian daging gurih. Cocok dinikmati sebagai camilan sambil ngobrol dengan teman.


Skewers Panggang

Daging yang ditusuk dan dipanggang dengan aroma smokey. Disajikan bersama paprika. Dagingnya lembut dan empuk sekali!


Dok: Mba Ria Andika


Salad

Salad yang disajikan di acara ini menonjolkan bahan-bahan segar dan berkualitas, seperti sayuran hijau, buah tomat, serta dressing ringan. Salad menjadi pelengkap sempurna untuk hidangan panggang.


Pavlova

Dessert klasik khas Australia yang terbuat dari meringue (campuran putih telur dan gula pasir). Disajikan dengan krim dan buah segar seperti stroberi di dalamnya. Karena itulah, teksturnya renyah di bagian luar, namun lembut di dalam. 


Lamington Cake

Lamington merupakan kue bolu yang dilapisi cokelat cair lalu ditaburi dengan kelapa parut kering. Teksturnya lembut dengan rasa manis yang nggak berlebihan. Lamington Cake biasanya disajikan sebagai teman minum teh atau kopi.




Melalui menu-menu yang disajikan, pengunjung bisa merasakan langsung budaya makan orang Australia. Suasana Taste of Australia 2026 terasa hangat dan inklusif. Tidak kaku, tidak terlalu formal, namun tetap tertata dengan baik. 


Oiya, sebenarnya acara Taste of Australia ini berlangsung di taman belakang hotel. Aku sempat melihat venuenya yang cantik sekali! Sudah ada set panggung untuk demo masak. Ada pula panggung untuk hiburan band. 




Namun sayangnya karena kondisi saat itu hujan angin, akhirnya demo masak dan acara icip-icip kuliner Australia dipindahkan ke bagian dalam hotel.  


Meskipun berubah dari rencana, acara Taste of Australia tetap berlangsung dengan lancar, seru, dan penuh rasa kebersamaan. 


Terima kasih Kedutaan Besar Australia, Chef Callum Hann, Food Blogger ID Community, dan DoubleTree Hotel Jakarta untuk acara Taste of Australia 2026 dan memberi kesempatan bagiku untuk dapat merasakan keseruannya. 





Semoga kedepannya, semakin banyak acara serupa yang menjadikan kuliner sebagai medium untuk saling mengenal, berbagi, dan merayakan keberagaman. :)



Dita Indrihapsari








Mie Belitung Atep, Kuliner Legendaris di Belitung

 



Saat pertama kali ke Belitung di tahun 2017 bersama rombongan tur, aku sempat mencoba kuliner khas Mie Belitung. Namun saat itu bukan ke tempat Mie Belitung Atep yang ternyata termasuk kuliner legendaris di sana dan jadi langganan banyak wisatawan, termasuk pejabat, artis, publik figur saat ke Belitung. 


Nah, makanya saat ke Belitung lagi di tahun 2025 bersama keluarga, aku nggak melewatkan kesempatan untuk mencicipi langsung Mie Belitung Atep! 


Nggak hanya sekali, aku dan keluarga bahkan sampai dua kali makan di sana! :D Pertama saat begitu sampai di Belitung dan kedua kalinya sebelum pulang menuju Bandara Hanandjoedin.  


Berwisata ke Belitung rasanya memang belum lengkap kalau belum mencicipi kuliner khas Mie Belitung Atep. Rasanya kalau aku ada kesempatan lagi untuk mengunjungi Belitung, aku akan kembali lagi ke kedai sederhananya untuk menikmati seporsi Mie Belitung Atep… :)  



Mie Belitung Atep dan Awal Mula Sebuah Legenda

Mie Belitung Atep dikenal sebagai salah satu kuliner tertua dan paling terkenal di Pulau Belitung. Usaha ini dirintis sejak tahun 1973 oleh seorang perempuan bernama Atep yang mewarisi resep keluarga. Ia kemudian menjadikan menu Mie Belitung tersebut sebagai usaha rumahan yang lambat laun terus berkembang.


Lokasi kedainya sendiri berada di pusat kota Tanjung Pandan. Dari dulu hingga kini Mie Belitung Atep selalu menjadi tujuan utama wisatawan luar kota maupun warga lokal. 




Nah, menariknya, meski zaman terus berubah dan tren kuliner silih berganti dengan munculnya kuliner kekinian, Mie Belitung Atep tetap bertahan dengan konsep sederhana. 


Rasanya tetap terjaga dan sepertinya resep warisan keluarga yang sudah ada turun temurun tidak banyak diubah. Di sinilah letak kekuatannya.



Apa Itu Mie Belitung?

Sebelum aku menulis terlalu jauh, aku mau jelaskan dulu mengenai apa sebenarnya Mie Belitung. Apa bedanya Mie Belitung dengan mie lainnya? Apa saja keistimewaan mie asal Negeri Laskar Pelangi ini?


Yap, berbeda dengan mie pada umumnya, Mie Belitung memiliki ciri khas pada kuahnya. Saat disajikan, kuah Mie Belitung bertekstur kental dan berwarna cokelat. 




Kuahnya  terbuat dari kaldu udang, dipadukan dengan bumbu rempah, dan katanya, sih, ada tambahan gula aren juga. Perpaduan tersebutlah yang menghasilkan perpaduan rasa manis gurih pada kuah Mie Belitung..


Saat menikmati Mie Belitung Atep, aku melihat beberapa bahan yang ada di dalam piringnya. Seporsi Mie Belitung Atep biasanya terdiri dari:

- Mie kuning basah

- Udang rebus sebagai protein utama

- Kentang rebus

- Tahu goreng

- Tauge rebus

- Timun segar

- Taburan emping sebagai pelengkap 


Semua komponen bahan ini kemudian disiram kuah kental diatasnya yang menjadi “jiwa” dari hidangan ini. 


Kalau dilihat dari bahan-bahannya sebenarnya agak nggak biasa, ya. Ada mie, tapi dengan tambahan kentang rebus. Ditambah pula dengan sayuran timun dan tauge! 


Sebenarnya Mie Belitung ini merupakan kuliner yang lahir dari percampuran budaya. Mie aslinya adalah makanan khas Tionghoa. Sebagai pulau yang dikelilingi lautan, nggak heran, ya, kalau boga bahari seperti udang pun menjadi bahan utama dari mie ini. 


Nah, penggunaan kentang ternyata juga terinspirasi dari budaya Belanda. Jadi boleh dibilang menu Mie Belitung selain kaya rasa juga kaya akan akar budaya. 



Disajikan di Atas Daun Simpur, Bukan Piring Biasa

Begitu pesanan Mie Belitung Atep aku dan keluarga datang dan tersaji di meja, aku sempat agak heran melihat ada sebuah daun di bawah mienya. Awalnya aku kira ini daun jati. Ternyata bukan!


Yap, salah satu keunikan dari Mie Belitung Atep dan Mie Belitung lainnya adalah cara penyajiannya. Mie ini disajikan di piring yang diatasnya terdapat daun simpur.




Daun simpur merupakan daun khas yang banyak ditemukan di Belitung dan Kalimantan.


Daun simpur bukan hanya sekadar alas. Daun ini dapat memberikan aroma alami, menjaga suhu makanan tetap hangat, sekaligus menjadi simbol kuat dari kearifan lokal. 


Sensasi menyantap mie di atas daun ini membuat pengalaman makan terasa lebih otentik dan membumi, kan. Kelihatannya sederhana, tapi jadi lebih berkesan.


Selain itu, daun simpur pun bukan sekedar pemanis aja tapi memang ada manfaat dan keuntungan kalau sajian Mie Belitung ini memakai alas daun simpur. 



Cita Rasa Otentik yang Sulit Dilupakan

Gimana dengan rasanya? 


Awalnya sjian Mie Belitung Atep tampil cantik dengan susunan yang terjaga. Tapi, sebagai pemakan yang nggak terlalu memperdulikan estetika, pastinya setelah selesai difoto, aku langsung mencampur semua bahan-bahan yang ada di atas piring! :D 


Nah, saat suapan pertama masuk ke mulut, yang langsung aku rasakan adalah keseimbangan rasa. Nggak terlalu manis, tapi juga nggak terlalu gurih. Kuahnya kental namun tidak eneg. Dengan aroma udang yang cukup dominan tapi rasanya tetap light, nggak berlebihan.


Tekstur mie yang lembut juga berpadu dengan emping yang renyah, kentang yang empuk, dan udang yang segar. Semua elemen di atas seporsi Mie Belitung Atep ini saling melengkapi, bukan saling menonjolkan dirinya sendiri.



Mie Belitung Atep dan Daya Tariknya bagi Wisatawan

Dengan rasanya yang enak dan nikmat. nggak heran, sih, kalau Mie Belitung Atep menjadi langganan banyak tokoh terkenal yang berkunjung ke Belitung. 


Di dinding kedainya, biasanya terpajang foto-foto tamu istimewa yang pernah mampir. Ini juga yang jadi kekuatan Mie Belitung Atep. Sudah banyak dinikmati orang dan teruji rasanya!





Namun yang membuat tempat ini istimewa bukanlah siapa saja yang pernah datang, melainkan bagaimana kedai ini tetap membumi dan ramah untuk semua orang. Nggak ada kesan eksklusif. Semua duduk sejajar, menikmati seporsi mie yang sama. :)



Rahasia Bertahan Lebih dari Setengah Abad

Di tengah maraknya kuliner modern dan viral, Mie Belitung Atep justru bertahan dengan caranya sendiri. Kalau menurutku, ya, ada beberapa hal yang membuatnya tetap eksis sampai sekarang.


- Konsistensi rasa dari dulu hingga sekarang

- Resep turun-temurun yang tetap dijaga

- Nggak “terlalu memodernkan” menu

- Hubungan emosional dengan pelanggan




Bagi banyak orang, makan Mie Belitung Atep bukan sekadar mengisi perut, tapi bisa juga untuk bernostalgia. Meski kedai makanannya juga sederhana dan terkesan klasik, tapi tetap bersih dan apik!


Sebenarnya di kedai Mie Belitung Atep ini pun ada menu makanan lainnya, yaitu Nasi Tim Ayam. Aku dan keluarga pun sempat memesannya. 


Nasi Tim Ayam ini disajikan dengan kuah bening yang gurih. Ketika kuah tersebut dicampur dengan nasi dan ayam, wah, rasanya jadi seimbag. Enak juga, lho, menu yang satu ini.




Jadi kalau ada di Mie Belitung Atep, Manteman bisa mempertimbangkan juga untuk memesan Nasi Tim Ayam.   



Tips Menikmati Mie Belitung Atep Saat Berkunjung

Jika Manteman berencana untuk mencicipi Mie Belitung Atep langsung di Belitung, aku ada beberapa tips yang semoga aja bisa membantu Manteman supaya bisa lebih menikmati sajian ini. 


- Datang lebih awal untuk menghindari antrian.

- Nikmati selagi hangat agar kuahnya terasa maksimal.

- Jangan ragu mengaduk semua isinya sebelum makan.

- Nikmati dengan santai. Nggak perlu terburu-buru.

- Padukan dengan minuman segar khas Belitung, seperti Es Jeruk Kunci untuk menyeimbangkan rasa

- Coba juga memesan menu lainnya, seperti Nasi Tim Ayam, Kue Nastar, sampai kopi bubuk khas Belitung yang dijual di kedainya!



Dalam kesederhanaannya, Mie Belitung Atep menyimpan cerita panjang tentang warisan keluarga, ketekunan, dan kecintaan pada tradisi.


Jika suatu hari Manteman berkunjung ke Belitung, sempatkan duduk sejenak, menyantap seporsi Mie Belitung Atep, dan biarkan rasanya yang bercerita. 



Dita Indrihapsari










Taman Amir Hamzah di Jakarta Pusat, Ruang Hijau dengan Jejak Sastra dan Toleransi



Kalau nggak mengikuti acara dari Jakarta Good Guide, yaitu Teka Teki Jakarta tahun 2025 lalu, sepertinya aku nggak akan tahu kalau di Jakarta Pusat ada sebuah taman yang punya cerita menarik. Namanya Taman Amir Hamzah. 


Adakah Manteman yang pernah berkunjung ke taman ini?


Keberadaan ruang terbuka hijau di sebuah kota tentunya penting banget, ya. Targetnya, Jakarta di tahun 2045 memiliki 30% ruang terbuka hijau. Sedangkan sampai aku menulis tulisan blog ini, di Jakarta katanya baru ada sekitar 5% saja. Jauuuuh banget, kan, dari target. Semoga, sih, makin banyak lagi taman yang dibuat di Jakarta sehingga target RTH itu bisa terpenuhi.


Nah, salah satu ruang terbuka hijau di Jakarta adalah Taman Amir Hamzah atau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Amir Hamzah. Ya, diantara banyaknya gedung-gedung tinggi, khususnya di Jakarta Pusat, terselip satu taman yang setelah aku telusuri ceritanya ternyata punya makna mendalam, lho.


Mau tahu soal Taman Amir Hamzah lebih detail lagi? Aku ceritakan di tulisan ini, yaa… 



Siapa Amir Hamzah?

Sebelum membahas tamannya, jujur aku sendiri sempat bertanya-tanya, siapa, sih,  sebenarnya Amir Hamzah sampai namanya diabadikan menjadi nama taman di Jakarta Pusat? 


Nah, pas aku cari tahu lewat browsing di beberapa sumber referensi, ternyata Amir Hamzah adalah sosok yang istimewa. Ia merupakan salah satu penyair besar Indonesia, yang muncul di era Pujangga Baru. Lewat puisinya dan syairnya, ia dikenal mampu merangkai kata-kata yang lembut tapi dalam, sederhana tapi penuh makna.


Amir Hamzah lahir di Langkat, Sumatera Utara, pada 28 Februari 1911. Ia tumbuh di lingkungan bangsawan dengan budaya Melayu dan pengaruh Islam yang kental.




Dengan latar belakang sebagai bangsawan membuatnya aktif di dunia sastra dan pergerakan intelektual pada masa sebelum kemerdekaan. Amir Hamzah menggunakan sastra sebagai cara untuk berpikir dan menyuarakan kegelisahan. Ia menjadi bagian dari generasi Pujangga Baru yang ikut membentuk arah sastra Indonesia modern.


Beberapa karyanya yang cukup dikenal antara lain Boeah Rindoe tahun 1937 dan Njanji Soenji tahun 1941. Puisi-puisi Amir Hamzah banyak berbicara tentang cinta, kerinduan, hubungan manusia dengan Tuhan. 


Kiprahnya di dunia sastra dan memberikan pengaruh besar di dunia sastra Indonesia. Atas pengabdiannya itu, Amir Hamzah bahkan diangkat menjadi Pahlawan Nasional pada 1975. 


Nah, salah satu bentuk penghormatan atas bagi budaya dan sastra Indonesia adalah menjadikan namanya menjadi nama sebuah taman di Jakarta, Taman Amir Hamzah. :) 



Sekilas Tentang Taman Amir Hamzah

Taman Amir Hamzah berlokasi di Jakarta Pusat, tepatnya di  Jl. Taman Matraman Timur No. 8 8, RT.2/RW.4, Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Jakarta. Kawasannya cukup ramai karena dikelilingi pemukiman warga dan perkantoran.


Taman ini juga merupakan RPTRA yang diresmikan pada 26 Februari 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama  atau Ahok.





Ukuran Taman Amir Hamzah sebenarnya memang nggak terlalu besar jika dibandingkan dengan taman-taman lain di Jakarta. Luas sekitar 3.988 meter persegi saja. 


Meskipun nggak besar, tapi begitu pertama kali aku menjejakkan kaki di taman ini rasanya nyaman banget. Tamannya tertata rapi, jalur jalannya jelas, dan bangku-bangku taman pun tersebar di beberapa sudut. 


Kalau menurutku, ya, Ini tipe taman yang bikin betah duduk lama, entah buat baca buku, ngobrol sama teman atau bahkan cuma buat melamun aja. :D 

 


Patung Gus Dur Kecil, Daya Tarik Utama di Taman Amir Hamzah

Seperti di awal tulisan aku bercerita kalau aku ke Taman Amir Hamzah karena mengikuti kegiatan Teka-Teki Jakarta dari Jakarta Good Guide.


Nah, seperti namanya, di Teka-Teki Jakarta ini para peserta diberikan teka-teki untuk dijawab. Jawaban dari teka-teki tersebut adalah sebuah tempat atau ikon di Jakarta yang harus difoto. 


Di salah satu soalnya, jawaban teka-teki tersebut ada Patung Gus Dur Kecil yang ada di Taman Amir Hamzah! Aku sampai lupa apa soalnya… :D Tapi ingat banget kalau jawabannya itu… :D 


Jadilah untuk memfoto patung tersebut, Aku dan Isti, teman satu timku datang ke Taman Amir Hamzah ini… 


Menurutku, hal yang paling mencuri perhatian di Taman Amir Hamzah adalah memang adanya patung Gus Dur kecil. Bisa dibilang patung ini jadi daya tarik utamanya. 




Sosok Gus Dur atau  KH Abdurrahman Wahid merupakan Presiden ke-4 Indonesia. Ia dikenal luas sebagai tokoh pluralisme yang konsisten memperjuangkan kemanusiaan, toleransi, dan kebebasan berpikir. Gus Dur dikenang sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil.


Patung Gus Dur di taman ini digambarkan dalam posisi berdiri sambil membaca buku. Rasanya hal ini sejalan juga dengan kebiasaan Gus Dur yang gemar membaca sejak kecil. Selain itu, pas juga dengan nama Amir Hamzah yang bergelut di dunia kepenulisan. 


Menariknya lagi, ada alasan lain mengapa patung ini diletakkan di Taman Amir Hamzah. Dari referensi yang aku baca, Gus Dur semasa kecil tumbuh dan besar di kawasan Pegangsaan. 


Gus Dur memang sering bermain di taman yang dulu bernama Taman Pelansun yang lokasinya nggak jauh dari kediaman kakeknya, KH Hasyim Asy’ari.




Patung ini diresmikan pada 25 April 2015 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama. Patung ini terbuat dari perunggu dengan warna cokelat keemasan. Tingginya 1,20 meter.


Pada bagian bawah patung cerita perjalanan hidup singkat Gus Dur. Sedangkan di sisi lainnya tertulis salah satu kutipan Gus Dur yang sederhana tapi sangat dalam: “Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi.” 



Fasilitas di Taman Amir Hamzah

Meskipun nggak terlalu lama ada di Taman Amir Hamzah, aku sempat memerhatikan beberapa fasilitas pendukung yang ada di taman ini.


Secara kasat mata, fasilitas-fasilitas yang ada di taman ini pun bermanfaat untuk masyarakat. Saat aku datang ke taman ini, ada banyak juga warga masyarakat yang berkegiatan di taman. Anak-anak yang yang bermain bola, orang dewasa ada yang duduk santai di gazebo, dan banyak juga ibu-ibu yang berkumpul di ruang serbaguna.  





Dari pengamatanku dan info yang aku dapat di Wikipedia, ada beberapa fasilitas yang terdapat di taman ini, yaitu:

- Area pepohonan hijau

- Jalur pejalan kaki (bisa untuk jogging)

- Lapangan futsal

- Lapangan basket

- Taman bermain anak

- Gazebo

- Ruang serbaguna

- Perpustakaan

- Ruang laktasi

- Toilet disabilitas

- Tanaman toga

 - CCTV

- Wifi




Gimana? Lengkap juga, ya, fasilitasnya. Kalau untuk Wifi jujur aku tidak mencobanya, jadi kurang tahu juga apakah benar-benar akses wifi di taman ini bisa digunakan atau tidak. 


Untuk penerangannya seperti apa aku pun kurang tahu karena saat aku datang di siang hari masih terang. Tapi aku memang melihat beberapa tiang lampu di taman ini. Semoga saja ada penerangan yang cukup, ya, supaya kondisi taman tetap aman. 


Jika ada Manteman yang pernah ke Taman Amir Hamzah dan tahu fasilitas lainnya boleh ditambahkan di kolom komentar, ya.





Taman Amir Hamzah bukan hanya penting untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau di Jakarta, tapi juga sangat dibutuhkan masyarakat sebagai tempat berkumpul, bermain, dan bersosialisasi. 


Selain itu berada di Taman Amir Hamzah ini juga bisa mengingatkan kita pada kekuatan sastra dari sosok Amir Hamzah dan betapa pentingnya nilai tolerasi, kemanusiaan, dan kebijaksanaan yang ditampilkan oleh sosok patung Gus Dur kecil. :) 



Dita Indrihapsari


Konser Secondhand Serenade 2025 di Jakarta

konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta


Saat pertama kali melihat di social media kalau Secondhand Serenade akan tampil di Jakarta akhir tahun 2025, aku langsung niat untuk nonton! 


Gimana nggak, sudah beberapa kali Secondhand Serenade mampir ke Indonesia tapi belum pernah sekalipun aku melihat langsung. Padahal aku sudah mengikuti perjalanan musik mereka sejak lama. Kalau nggak salah ingat pas masih kuliah dulu sekitar 18 tahun yang lalu.


Apalagi konser Secondhand Serenade di Indonesia tahun 2025 pun bertajuk “Secondhand Serenade Awake 20 Year Anniversary.” Jadi pas banget, kan, tema konsernya dengan seberapa lama aku sudah mendengarkan lagu-lagu Secondhand Serenade… :) 


konser-secondhand-serenade-awake

  


Siapa, Sih, Secondhand Serenade?

Kalau ada yang bertanya-tanya, siapa, sih sebenarnya Secondhand Serenade itu, nah, aku akan jelaskan di sini secara singkat saja, ya. :) 


Jadi, sebenarnya Secondhand Serenade itu adalah proyek musik solo yang dibuat oleh musisi Amerika, John Vesely. Ia menjadi vokalis sekaligus gitaris di Secondhand Serenade. 


Meskipun hanya sendiri, tentunya dalam setiap penampilannya, John Vesely juga didukung oleh berbagai musisi lainnya sehingga lagu-lagunya seperti dibawakan oleh sebuah band. 


Kalau ngomongin genre musik, Secondhand Serenade mengusung konsep akustik rock, pop rock, dan ada sentuhan emo pop juga di lagu-lagunya. 

 

John Vesely memulai proyek Secondhand Serenade di tempat kelahirannya, California, tahun 2004. Lalu setahun kemudian, ia mengeluarkan album debut “Awake” yang dipromosikan lewat MySpace.


Adakah Manteman milenial di sini yang dulu main MySpace? :D Sayangnya, sekarang MySpace sudah nggak banyak digunakan lagi, yaa… 


Nah, berawal dari promosi lewat MySpace itulah karir musik John Vesely lewat Secondhand Serenade mulai meroket! Nggak hanya di Amerika, pendengar musiknya juga merambah ke berbagai belahan dunia.  


konser-secondhand-serenade-john-vesely



Di tahun 2007, album Awake lalu dirilis ulang. Ada beberapa lagu populer dari album Awake, seperti Your Call, Vulnerable, Broken, I Hate This Song, Awake, dan lainnya. 


Setahun berikutnya, tepatnya di Februari 2008, Secondhand Serenade kembali mengeluarkan album studio berjudul A Twist in My Story. Nah, melalui album ini Secondhand Serenade semakin mencapai kepopulerannya.


Di album ini, terdapat beberapa lagu yang pastinya nggak asing bagi para penggemar Secondhand Serenade. Sebut saja lagu Fall For You, Stay Close Don’t Go, dan lagu A Twist in My Story seperti judul albumnya. 


Masih ada lagi album yang dirilis Secondhand Serenade setelahnya, yaitu album Hear Me Now di tahun 2010, Weightless (EP) di tahun 2011, dan Undefeated di tahun 2014. 


Meski setelahnya Secondhand nggak lagi mengeluarkan album yang benar-benar baru dan hanya mengeluarkan beberapa single, namun kiprahnya di dunia musik tetap menyala. Buktinya sampai di tahun 2025 sampai awal 2026 saat aku menulis ini, Secondhand Serenade masih sibuk dengan tur konser di berbagai kota!

 



Hal yang Membuat Konser Ini Istimewa

Bisa dibilang Secondhand Serenade, tuh, cinta banget, lho sama Indonesia. Nggak percaya? Buktinya John Vesely yang akhirnya akrab dipanggil Om John oleh banyak orang Indonesia ini pernah tampil beberapa kali di Indonesia.  :D 


Tercatat, Secondhand Serenade pernah manggung di tanah air tahun 2009, 2011, 2012, serta 2023. Waw, udah sering, kan, Secondhand Serenade mampir ke sini, baik yang memang konser tunggal maupun tampil di festival musik. 


Nah, sayangnya dari sekian kali Secondhand ke Indonesia, aku sama sekali belum pernah nonton langsung. Makanya, pas tahun 2025 Secondhand Serenade ada jadwal manggung di Jakarta, aku nggak mau kelewatan lagi… :) 


konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta


Hal yang menurutku paling istimewa di konser Secondhand Serenade kali ini adalah temanya yang menunjukkan karir musiknya selama 20 tahun. Pas banget, kan. Dulu Secondhand Serenade mengeluarkan album pertama independennya di tahun 2005. Tepat 20 tahun kemudian, Secondhand Serenade memilih Jakarta jadi salah satu tempat konser 20 tahunnya.


Tur “20 Year Anniversary: A Secondhand Symphony” juga terasa sangat istimewa karena John Vesely nggak hanya akustikan dan tampil bareng bandnya tapi juga ia membawa simfoni di konsernya kali ini. Yes, pertunjukkan musiknya ada sentuhan orkestranya! Kebayang, nggak, sih, lagu-lagunya yang terdengar melankolis bakal jadi ada warna musik klasiknya… ^ ^ 



Venue & Harga Tiket Konser Secondhand Serenade 2025 di Jakarta

Secondhand Serenade dalam lawatan turnya ke Indonesia mampir ke berbagai kota, mulai dari Ypgyakarta, Jakarta di Desember 2025. Selain itu di Januari sampai Februari 2026 juga menyambangi kota Palembang, Bali, Makasar, dan Surabaya. 

Kayaknya Om John seneng banget, ya, ada di Indonesia. Sampai-sampai kalau musisi luar biasanya cuma manggung di Jakarta aja, Om John sampai manggung di enam kota!

Konser Secondhand Serenade di Jakarta sendiri berlangsung di Tennis Indoor Senayan, tepatnya di tanggal 6 Desember 2025.


Pas tahu Secondhand Serenade manggung di Tennis Indoor Senayang aku langsung kegirangan. Venue ini, tuh, enak banget! Lokasinya di Senayan tepat di pusat kota. Transportasi gampang, akses juga mudah. 


Selain itu yang aku tahu di kategori manapun bakalan worth it. Meskipun duduk di kategori paling murah pun bakal tetap kelihatan jelas walau memang dari samping, sih. 


harga-tiket-konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta



Nah, makanya pas promotor konser, yaitu Meg Entertainment mengeluarkan kategori dan harga tiketnya, aku langsung beli di kategori paling rendah aja. Dan untungnya lagi, ada harga tiket pre-sale, dong! Untuk beli tiketnya hanya bisa di web Artatix aja. 


Nah, di kategori paling rendah atau kategori oranye ini harga tiketnya cuma Rp 335.000,-. Aku nonton berdua sama suami jadi total sama pajak dan biaya layanan jadi Rp 847.500,-. Konser artis luar apa coba yang dua tiket harganya cuma segitu? :D 


Oiya, aku nonton sama suami juga karena pingin banget mengenang masa-masa pacaran dulu...:D Waktu kami pacaran tepat di saat lagu-lagu Secondhand Serenande bermunculan dan masuk ke dalam list lagu-laguku dulu... :D



Pengalaman Menuju Konser

Di hari H konser, aku dan suami datang ke venue nggak bersamaan. Kami janjian di FX lalu nanti baru, deh, sama-sama ke Tennis Indoor Senayan barengan. Aku dari Depok naik transportasi umum, ya. 


Ke Senayan aku naik Commuter Line sampai Manggarai lalu transit dan lanjut ke Stasiun Sudirman. Dari Sudirman lanjut lagi naik MRT ke Stasiun Senayan Mastercard. Baru, deh, dari situ aku jalan kaki ke FX dan bertemu suami. 


Nah, serunya sepanjang perjalanan, tuh, rame banget yang mau ke arah Senayan. Di MRT juga yang biasanya nggak padat, saat hari itu padatnya bukan main. 


Ternyata bertepatan dengan jadwal konser Secondhand Serenade di Tennis Indoor Senayan, di Gelora Bung Karno (GBK) juga ada perayaan Natal Tiberias. Waw, kebayang, kan, satu stadion ramai dan di venue sebelahnya juga ada konser.


Apalagi waktu perayaan natal dan konser Secondhand Serenade juga hampir disaat yang berdekatan… :D Makanya sepanjang jalan ke Tennis Indoor Senayan erasa seru banget karena banyak juga yang jalan kaki buat ke GBK untuk natalan. :) 


Bersyukur aku naik transportasi umum juga karena kalau naik kendaraan pribadi, terutama mobil bakal macet banget. 


Karena aku dan suami niatnya santai nonton jadi kami memang sampai di lokasi venue menjelang maghrib. Kami langsung ke tempat penukaran tiket, pakai wristband, dan foto sebentar di depan venue dengan latar “gapura” konser. Apa, sih, istilah gapura ini ahaha… Gate konser kali, ya. Ya, itulah pokoknya. Manteman pahamlah, ya… :D


konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta


konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta


Sebelum masuk le dalam Tennis Indoor, kami sholat maghrib dulu di mushola yang ada di sana. Seneng juga aku lihatnya, Manteman yang mau konser juga banyak yang nggak ninggalin waktu sholat. Mushola penuh banget jadi harus mengantri. 


Nah, setelah itu barulah kami masuk ke venue. Rasa gerah yang aku rasa langsung nyeeesss begitu masuk venue yang dingin… :D Alhamdulillah. 



Suasana Konser di Dalam Tennis Indoor Senayan

Menunggu sekitar setengah jam, akhirnya konser pun dimulai sekitar jam 8 malam. Sebelum konser dimulai seperti sudah ketentuan Undang-Undnag, diperdengarkaan lagu Indonesia Raya. Penonton berdiri dan ikut bernyanyi bersama. 


Barulah setelah Indonesia Raya, Secondhand Serenade memulai konsernya. Suasana riuh sekali oleh penonton. Nggak nyangka juga aku kalau venue bakal penuh. Ternyata Secondhand Serenade di tahun 2025 juga masih banyak penggemarnya, ya! :D  


Diawali dengan nyanyi lagu Indonesia Raya, kemudian John Vesely muncul bersama dengan para musisi yang mendampinginya. Pastinya karena konser simfoni juga ada musisi yang memainkan biola serta cello. 


Nah, berikut set list lagu yang dibawakan oleh Secondhand Serenade saat konser di Jakarta 2025:


Half Alive

Broken

Vulnerable

Your Call

Maybe

I Hate This Song

Awake

Let It Roll

The Last Song Ever

End

Stay Close, Don’t Go


Setiap lagu Secondhand dinyanyikan, tentunya penonton Indonesia yang terkenal aktif juga ikut menyanyi bersama. :) 


Aku juga seneng banget karena lagu-lagu favoritku dari Secondhand Serenade juga dinyanyikan di konser ini, seperti Your Call, Vulnerable dan Stay Close, Don't Go. Khusus lagi yang terakhir aku sebut juga terasa spesial banget karena dinyanyikan saat encore atau penutup konser. :’) 


konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta


Menariknya di konser ini Secondhand Serenade juga menyisipkan satu lagu Fix You dari Coldplay. Pastinya, penonton pun kaget dan nyanyi berjamaah… :D 


Menurutku John Vesely juga cukup atraktif dengan penonton. Beberapa kali ia menyapa penonton dan mencoba berinteraksi. 


Ada beberapa kali juga para pemain simfoni mempertontonkan musikalitas mereka dengan bermain alat musiknya tanpa nyanyian. Instrumental aja dan itu jadi terasa berbeda dengan konser band biasanya, ya. rasa emosionalnya ada banget!


konser-secondhand-serenade-2025-di-jakarta


Namun, yang aku sayangkan dari konser ini hanya satu. Durasinya kurang lamaaaa! :D Konser hanya berlangsung sekitar 1,5 jam aja. Atau bahkan kurang dari durasi itu… Nggak kerasa banget. Huhuhu… Rasanya masih bisa, deh, nambah sekitar tiga lagu lagi. 



UPDATE: Secondhand Serenade Bakal Konser Lagi di Jakarta!

Sepertinya keluhanku soal konser yang durasinya pendek itu juga dikeluhkan oleh banyak penonton lain. 


Nah, kayaknya, nih, promotor mungkin menerima banyak keluhan soal itu. Alhasil apa? Yes, alhasil, saat tulisan ini aku buat sudah ada jadwal lagi, dong, kalau Secondhand Serenade baka konser lagi di Jakarta! 


Mantap nggak, tuh! :D 


Belum tahu tanggal pastinya kapan tapi konser yang bertajuk Secondhand Serenade Broken Heart Symphony ini akan full dengan band rock dan orkestra dan berdurasi dua jam full. Lagu-lagu yang akan dibawakan dari album Awake dan A Twist in My Story.


Nanti kalau ada update-an lagi akan aku tulis di blog juga, yaaa… Apakah aku akan nonton konsernya lagi? Pingin banget! :D Semoga ada waktu dan rezekinya juga, yaaa… 


UPDATE 2: Secondhand Serenade Bakal Konser Lagi di Jakarta September 2026!

Nah, aku mau update lagi kalau MEG Entertainment, tuh, sudah mengeluarkan jadwal konser Secondhand Serenade di Jakarta. Tepatnya tanggal 12 September 2026. Untuk venue-nya di mana masih belum diinfokan. Begitu pula dengan harga tiketnya. Tapi saat aku tulis update ini di tanggal 2 Februari 2026, akan ada penjualan tiket khusus hari ini!


konser-secondhand-serenade-2026



Kalau lihat poster di atas, keliahatannya bakal menarik banget, nih.  Secondhand Serenande kan tampil dengan full band dan juga GUT Orkestra yang manajemennya ada di bawah Erwin Gutawa Productions. Waaawww! Gimana, tertarik buat nonton konsernya?

Nantikan update aku lagi, yaaa...


Dita Indrihapsari


Pesta Kembang Api Terbesar dan Atraksi Drone di Ancol: Perayaan Malam Tahun Baru Jakarta yang Tak Terlupakan



(image source : https://www.ancol.com/blog/wp-content/uploads/2023/12/kembang-api-tahun-baru.jpeg


Tak lengkap rasanya menyambut tahun baru tanpa pesta kembang api yang memukau. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Ancol Taman Impian telah menjadi destinasi utama untuk merayakan malam pergantian tahun. Sebagai ikon wisata Jakarta, Ancol kembali mengadakan pesta kembang api terbesar serta atraksi ratusan drone yang menghiasi langit malam, menjadikannya pusat perayaan Tahun Baru 2026 yang luar biasa.


Ancol: Pesta Kembang Api dan Drone yang Memukau

Ancol sudah lama dikenal dengan pesta kembang apinya yang spektakuler. Tidak hanya menawarkan visual yang memanjakan mata, tapi juga pengalaman yang tak terlupakan. Pesta kembang api terbesar yang berlangsung di Ancol tidak hanya dapat disaksikan langsung dari kawasan pantai, tetapi cahaya yang meluncur ke langit bahkan bisa terlihat di gedung-gedung tinggi di pusat kota Jakarta. Ditambah dengan atraksi drone yang membentuk gambar artistik di angkasa, Ancol selalu berhasil menghadirkan momen yang penuh keajaiban dan kegembiraan.


Acara Seru dan Beragam di Ancol untuk Semua Kalangan

Selain pesta kembang api dan drone, Ancol juga menawarkan berbagai acara seru lainnya sepanjang malam tahun baru. Mulai dari pertunjukan musik, pertunjukan talenta lokal, hingga konser artis-artis top Indonesia, semuanya ada di Ancol! Aktivitas yang dihadirkan cocok untuk segala usia dan kalangan, menjadikan Ancol destinasi liburan yang penuh ceria di akhir tahun.


Dufan: Kemeriahan yang Tak Ada Habisnya

Bagi yang ingin merasakan liburan penuh ceria, Dunia Fantasi (Dufan) adalah tempat yang wajib dikunjungi. Di sini, berbagai acara seru seperti "Happy Family The Ride", pertunjukan "Doraemon Twinkle Town", hingga "Dinoland Show 2" siap memanjakan pengunjung. Jangan lewatkan juga parade malam yang memukau dengan kostum berwarna-warni dan lampu yang bersinar terang!

Keajaiban Natal di Sea World Ancol

Bagi keluarga yang mencari pengalaman seru dan edukatif, Sea World Ancol hadir dengan tema Natal yang penuh keajaiban. Mulai dari perburuan harta karun bersama Santa Claus hingga pertunjukan makan ikan dengan Santa yang menyelam, liburan di Sea World pasti akan jadi kenangan manis. Tak ketinggalan, pertunjukan "Magical Wonderful Christmas Show" juga siap memeriahkan suasana.

Samudra Ancol: Edukasi dan Hiburan dalam Satu Paket

Liburan di Samudra Ancol menawarkan pengalaman edukatif yang dikemas dalam acara seru di akhir tahun. Saksikan pertunjukan "Winter with Penguin" yang mengedukasi tentang isu pemanasan global, atau ikuti "Angry Birds the 5D Experience" untuk petualangan imersif yang seru. Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan karakter Angry Birds di "Meet and Greet with Angry Birds Jolly Christmas."

Atlantis Ancol: Kegembiraan Tak Terbendung

Atlantis Ancol tak kalah seru dengan berbagai aktivitas airnya yang menyegarkan. Dari Zumba seru, akrobatik di atas air, hingga pertunjukan musik dari DJ Niel JKT, semua ada di Atlantis. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti "Isekai Run" yang penuh tantangan atau menikmati malam dengan musik yang meriah.

Kreativitas di Pasar Seni Ancol dan Harmoni Alam di Jakarta Bird Land

Pasar Seni Ancol akan menghadirkan festival seni dan budaya yang kaya dengan pameran, kuliner, dan live music. Di sisi lain, Jakarta Bird Land juga menghadirkan pertunjukan burung yang menakjubkan dengan iringan musik khas Afrika. Pastikan untuk mengunjungi acara-acara seru ini!

Malam Tahun Baru Eksklusif di Putri Duyung Ancol

Bagi Anda yang mencari perayaan tahun baru yang lebih eksklusif, Putri Duyung Ancol menawarkan gala dinner dengan berbagai hiburan seperti magician show, fire dance, dan live music. Jadikan malam tahun baru Anda lebih istimewa dengan perayaan yang mewah dan penuh keajaiban di sini.


Puncak Perayaan: Gempita 2026 dan Pesta Kembang Api

Sebagai puncak perayaan malam tahun baru, Ancol akan menggelar konser Dewa 19 feat Marcello Tahitoe di Pantai Karnaval Ancol. Ditambah dengan pesta kembang api terbesar yang akan menyinari langit Pantai Lagoon, perayaan tahun baru di Ancol dijamin akan meninggalkan kenangan tak terlupakan. Selain itu, jangan lewatkan juga penampilan dari grup musik seperti OM Mahesa dan New Pallapa di Pantai Festival.


Sambut Tahun Baru di Ancol: Liburan yang Penuh Kegembiraan

Ancol benar-benar menghadirkan segalanya untuk merayakan malam tahun baru yang luar biasa. Mulai dari konser musik, pesta kembang api, hingga atraksi drone yang inovatif, semuanya siap menciptakan pengalaman yang penuh keceriaan dan kenangan indah. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyambut Tahun Baru 2026 di Ancol dan rasakan suasana liburan yang luar biasa!


Pastikan Anda memeriksa informasi terbaru di kanal resmi Ancol agar pengalaman perayaan akhir tahun Anda semakin sempurna. Ajak keluarga dan teman-teman untuk merayakan malam pergantian tahun dengan penuh semangat dan harapan baru di Ancol!


Contact Form

Name

Email *

Message *