Kalau Manteman setiap hari naik KRL dari Stasiun Depok Baru, pasti tahu rasanya. Begitu mau naik atau turun dari kereta dan harus pindah peron, satu-satunya akses, ya, cuma tangga. Nggak ada pilihan lain!
Tangganya pun bukan tangga yang santai gitu, lho. Tapi cukup banyak, agak curam, dan ada beberapa bagian yang menyempit. Buat orang yang sehat dan fit aja biosa bikin ngos-ngosan, apalagi buat lansia, ibu hamil, dan teman-teman disabilitas.
Aku benar-benar pernah mengalaminya sendiri. Dulu, waktu hamil anak pertama dan kedua, aku masih rutin naik KRL dari Depok Baru untuk kerja. Setiap hari harus turun-naik tangga itu buat pindah peron. Rasanya bukan cuma capek fisik, tapi juga was-was.
Bayangin perut besar, jalan di tangga yang padat orang, sambil jaga keseimbangan supaya nggak terpeleset. Di jam sibuk pagi atau pulang kerja, situasinya lebih parah lagi karena banyak orang buru-buru.
Jadi Keluhan Banyak Orang!
Ternyata keluhan ini bukan cuma dirasain sama aku aja. Awal tahun ini, isu akses Stasiun Depok Baru kembali ramai dibicarakan dan diangkat oleh berbagai media nasional.
Dari berita-berita itu jadi makin keliatan jelas kalau banyak keluhan soal akses satu-satunya untuk pindah peron di stasiun ini berupa underpass yang isinya tangga aja, tanpa lift maupun eskalator.
Beberapa warga yang diwawancarai media juga menceritakan pengalaman yang mirip denganku. Ada yang bercerita kerabatnya sampai memilih pindah naik dari stasiun lain karena tidak kuat lagi menaiki tangga di Depok Baru. Ada juga cerita tentang teman disabilitas netra yang akhirnya jarang mau naik KRL lagi karena kesulitan akses.
Seorang ibu hamil yang jadi narasumber media pun menggambarkan rasa was-wasnya sendiri. Naik tangga sambil pegang perut, di kanan-kiri orang buru-buru, kadang sampai nggak sempat berpegangan.
Ada pula kisah lansia pengguna tongkat yang setiap pindah peron harus memilih antara memaksakan diri naik tangga sendiri atau menunggu ada orang baik yang mau membantu.
Yang bikin ironis, sebenarnya di setiap peron sudah disediakan kursi roda untuk penumpang prioritas. Tapi kursi roda itu jadi nggak berguna kalau satu-satunya jalan pindah peron tetap saja lewat tangga.
Sedih banget, kan, ya. Sebagai warga Depok aku, tuh, udah ngeluhin hal ini dari lama. Aku hamil pertama aja tahun 2012. Artinya sudah 14 tahun dan masalahnya nggak terselesaikan! :(
Akibat banyak pemberitaan yang viral itu, sebenarnya pihak KAI Commuter udah sempat menyampaikan permintaan maaf atas belum adanya fasilitas lift maupun eskalator di stasiun ini.
Akhirnya Mau Ada Lift Juga!
Nah, setelah bertahun-tahun keluhan ini muncul, akhirnya ada titik terang, nih. Dari berita yang aku baca, di bulan September ini ada kabar kalau proyek pembangunan lift di Stasiun Depok Baru sudah mulai berjalan.
Proyek ini ditargetkan selesai akhir tahun 2026. Kalau benar terealisasi, ini pastinya bakal jadi kabar yang sangat melegakan buat lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas yang selama ini harus berjuang lebih keras hanya untuk naik kereta di Stasiun Depok Baru. :)
Semoga aja prosesnya lancar dan benar-benar selesai sesuai target,karena buat sebagian orang keberadaan lift itu bukan sekadar kenyamanan tambahan, tapi kebutuhan dasar supaya mereka bisa naik transportasi publik dengan aman, nyaman, dan tenang.
Sedikit Cerita tentang Stasiun Depok Baru
Di luar soal akses, sebenarnya Stasiun Depok Baru ini punya daya tarik tersendiri, lho. Kalau Manteman perhatikan, bangunan Stasiun Depok Baru cukup besar dan bentuknya beda dari kebanyakan stasiun KRL lain di jalur yang sama.
Ada bagian bangunan yang menjulang dengan beberapa lantai. Tapi jujur aja, sampai sekarang aku sendiri masih suka penasaran, lantai-lantai atas itu sebenarnya dipakai untuk apa aja, ya?
Kelihatannya nggak semua area di stasiun ini dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan penumpang, padahal ruangnya cukup luas. Mungkin kedepannya pihak KAI bisa memikirkan juga supaya bangunan sebesar itu punya fungsi yang lebih optimal, enggak cuma soal akses vertikal seperti adanya lift tapi juga pemanfaatan ruangannya.
Lokasi stasiun ini juga sebenarnya sangat strategis. Begitu keluar dari stasiun, kita sudah dekat dengan ITC Depok dan Ciplaz. Dekat juga dengan Balai Kota, Terminal Depok, dan akses bus menuju bandara.
Belum lagi posisinya yang persis di pinggir Jalan Margonda Raya, jalan utama Depok yang selalu ramai. Jadi buat siapa pun yang butuh transit dari kereta ke moda transportasi lain atau sekadar mau mampir belanja atau makan sebelum atau sesudah naik kereta, Stasiun Depok Baru ini sebenarnya lokasinya sudah sangat pas.
Sayangnya, potensi strategis ini jadi kurang maksimal kalau akses di dalam stasiunnya sendiri masih menyulitkan sebagian penumpang.
Dari Kereta Berjubel Tanpa AC Sampai Sekarang
Kalau ngomongin soal Stasiun Depok Baru, aku jadi flashback ke awal-awal kerja dulu. Waktu itu commuter line belum seperti sekarang. Aku masih ingat betul gimana rasanya naik kereta ekonomi tanpa AC, jendela dibuka lebar-lebar biar ada angin masuk.
Bahkan bukan rahasia lagi kalau dulu banyak juga penumpang yang nekat naik di atas atap kereta demi bisa berangkat kerja tepat waktu. Padahal jelas-jelas berbahaya. Suasana di dalam gerbong juga jauh dari kata tertib.
Dibandingkan dulu, sekarang commuter line sudah jauh lebih baik. Sudah ber-AC, sistemnya lebih teratur dengan tap in-tap out, jadwalnya juga lebih terjadwal rapi. Walaupun, ya, tetap aja masih berjubel terutama di jam sibuk, apalagi kalau kereta sedikit terlambat datang, penumpang di peron bisa menumpuk banyak sekali.
Tapi seenggaknya dari sisi kenyamanan dan keteraturan, perubahannya terasa jauh sekali kalau dibandingkan belasan tahun lalu. Harga tiket kereta pun sampai sekarang masih sangat terjangkau.
Cuma memang, satu PR besar yang belum kelar-kelar dari dulu sampai sekarang, ya, soal akses di Stasiun Depok Baru ini.
Semoga aja dengan rencana pembangunan lift yang katanya akan selesai akhir tahun ini, Stasiun Depok Baru bisa jadi lebih ramah untuk semua orang. Stasiun ini sudah jadi saksi perjalanan banyak warga Depok termasuk aku dari masa ke masa. Jadi, aku berharap banget stasiun ini makin baik lagi ke depannya… :)
Dita Indrihapsari








.jpg)

.jpg)
%203.jpg)
%202.jpg)
%201.jpg)










