Kalau ngomongin makanan Korea, sepertinya lidah orang Indonesia memang jodoh banget, ya, sama bumbu-bumbu pedas manis khas Negeri Ginseng ini. Dari tteokbokki, bibimbap, sampai jajangmyeon, semua sudah jadi menu favorit banyak orang, termasuk aku dan keluarga.
Makanya waktu tahu ada restoran asal Korea yang buka di Margo City Depok, aku langsung penasaran dan akhirnya ngajak keluarga buat coba. Nama restorannya Ebiga Jjamppong.
Ebiga Jjamppong, Restoran Apa Itu?
Pas aku baca-baca referensi, ternyata Ebiga Jjamppong sebenarnya bukan pemain baru di dunia kuliner. Restoran ini pertama kali didirikan pada 2010 di Daejeon, Korea Selatan.
Selama belasan tahun beroperasi di sana, Ebiga Jjamppong telah memiliki lebih dari 150 gerai di Korea Selatan. Bahkan disebut-sebut sebagai restoran jjamppong nomor satu di sana.
Masuknya Ebiga ke Indonesia sendiri karena kerja sama dengan Boga Group, perusahaan F&B lokal yang juga menaungi beberapa brand kuliner terkenal lainnya.
Gerai pertamanya resmi dibuka di Lippo Mall Puri tahun 2024. Menariknya, kehadiran Ebiga di Indonesia ini juga jadi tonggak penting buat brand-nya sendiri. Ternyata Indonesia menjadi negara pertama di mana Ebiga Food ekspansi ke luar Korea Selatan.
Sejak pembukaan gerai pertama itu, Ebiga Jjamppong bergerak cukup cepat memperluas jaringannya ke berbagai kota, salah satunya di Margo City, Depok. Mal tempat berkumpulnya orang-orang Depok, termasuk aku dan keluarga… Hehehe… :D
Yang menarik lagi, alasan Boga Group membawa Ebiga ke sini bukan cuma soal tren semata. Tapi memang karena pasar makanan Korea di Indonesia, tuh, sudah cukup besar dan siap menerima variasi baru selain menu-menu Korea yang sudah lebih dulu populer.
Nah, satu hal yang bikin aku makin nyaman makan di sini bareng keluarga adalah karena semua menunya dijamin no pork, no lard, dan no alcohol, sampai sudah ada sertifikat halal juga.
Jadi, Jjamppong Itu Makanan Apa Sih?
Dari nama restorannya udah ketebak, ya, kalau menu andalan di sini adalah jjamppong. Buat yang belum familiar, jjamppong merupakan salah satu hidangan mi khas Korea yang punya ciri khas kuah merah menyala dengan rasa pedas gurih.
Sederhananya, jjamppong merupakan mi dengan kuah kaldu seafood yang berisi berbagai sayuran dan hidangan laut, daging ayam atau sapi, serta bercita rasa sedikit pedas.
Yang bikin Ebiga percaya diri menyajikan hidangan ini adalah proses kaldunya. Melalui pengembangan selama bertahun-tahun, mereka berhasil menciptakan kaldu yang kaya rasa, gurih, dan tidak amis, sampai-sampai racikan kaldu ini sudah dipatenkan di Korea.
Jadi bukan kaldu sembarangan, ini racikan yang sudah teruji dan disukai masyarakat Korea sendiri.
Pengalaman Makan Keluarga di Ebiga Jjamppong Margo City
Begitu masuk ke gerainya di lantai 1 Margo City, suasananya langsung terasa cozy dengan nuansa merah dan kayu yang hangat, khas resto Korea modern.
Pas hari itu pengunjung cukup ramai di siang hari. Untungnya ada beberapa table yang masih kosong. Setelah duduk dan pesan, satu per satu menu mulai berdatangan ke meja kami. Nah, berikut ini menu-menu yang kami cicipi hari itu.
1. Kkanpung Udang & Ayam Crispy
Menu pembuka yang kami coba adalah potongan udang dan ayam crispy bersaus manis pedas, ditaburi irisan daun bawang dan wijen di atasnya. Ini semacam versi Korea dari ayam/udang saus asam manis, tapi dengan sentuhan gochujang yang bikin rasanya lebih dalam.
Teksturnya renyah di luar, empuk di dalam, dan sausnya nempel pas banget di setiap gigitan. Cocok jadi menu pembuka sebelum masuk ke mi kuahnya yang lebih berat.
2. Japchae, Mi Kaca Tumis Khas Korea
Selanjutnya ada japchae, tumisan mi kaca (glass noodle) dengan potongan wortel, daun bawang, jamur kuping hitam, dan irisan daging sapi tipis, disiram saus manis gurih berbahan dasar kecap.
Japchae ini termasuk salah satu hidangan klasik Korea yang biasanya jadi menu pendamping saat perayaan. Teksturnya kenyal dan licin di mulut, dengan rasa manis gurih yang ringan, jadi enak dimakan bareng menu lain yang lebih pedas.
Aku, tuh, suka banget sama tekstur japchae. Mirip bihun goreng tapi beda di tekstur dan rasa japchae yang lebih manis.
3. Rose Jjamppong yang Creamy
Salah satu menu paling unik yang kami coba adalah mi dengan kuah creamy bertabur keju leleh dan brokoli. Ini yang di menu Ebiga disebut dengan saus rose, yaitu mi Korea dengan saus rose yang creamy dan sedikit pedas, smoked beef, brokoli, dan keju yang melimpah.
Perpaduan gurihnya cream dengan sedikit sensasi pedas di ujung lidah bikin menu ini terasa beda dari jjamppong biasa yang berkuah bening merah. Buat yang suka rasa creamy tapi tetap ingin ada sentuhan pedas khas Korea, menu ini wajib dicoba.
4. Seafood Jjamppong, Sang Bintang Utama
Ini dia menu andalan yang jadi juara di meja kami. Mi kuah merah menyala dengan isian melimpah, mulai dari udang besar, kerang hijau, telur puyuh, jamur, sampai taoge dan sayuran segar lainnya.
Sesuai namanya, Seafood Jjamppong ini memang isian seafood yang melimpah: prawn, green mussels, oyster, mushrooms, dan sayuran, dengan rasa yang gurih, smoky, dan sedikit pedas. Porsinya besar banget, cukup buat dimakan berdua. Kuahnya juga sangat kaya rasa.
5. Ebi Fry, Camilan Pendamping yang Renyah
Sebagai penutup sesi makan, kami juga pesan udang goreng tepung berbentuk memanjang dengan saus mayo di tengahnya.
Renyah di luar, udangnya masih terasa juicy di dalam. Simpel tapi cocok banget jadi camilan sambil ngobrol santai setelah kenyang makan mie jjampong. :D
Worth It Buat Dicoba Bareng Keluarga
Jujur, aku pribadi suka banget sama pengalaman makan di Ebiga Jjamppong Margo City ini. Porsinya besar-besar, jadi cukup untuk dibagi rame-rame satu keluarga.
Rasanya juga enak, kuahnya kaya rasa tapi nggak bikin eneg, dan tingkat kepedasannya masih ramah di lidah orang Indonesia yang suka pedas tapi tetap mau menikmati gurihnya kaldu.
Buat Manteman yang tinggal di sekitar Depok dan penasaran sama jjamppong asli Korea, boleh banget mampir ke Ebiga Jjamppong yang ada di lantai 1 Margo City.
Siapin perut yang cukup lapar ya, soalnya begitu menu-menunya datang satu per satu, dijamin susah nolak buat nggak nambah terus! :D
Dita Indrihapsari

















,%20Mal%20Legendaris%20di%20Margonda%20Depok.jpg)








