Daeng Carammeng, Restoran Khas Makassar di Depok



Suatu hari entah kenapa aku pingin banget makan es pisang ijo. Bukan sekadar pingin, tapi sudah masuk kategori ngidam ringan yang tiba-tiba muncul begitu aja. Hehe… Manteman juga pernah ngerasain kayak gitu juga nggak, sih? :D 


Akhirnya aku mulai browsing. Cari-cari di sekitar rumah, kira-kira di mana, ya, bisa makan es pisang ijo yang enak tanpa harus pergi terlalu jauh?


Nah, dari pencarian itulah aku menemukan sebuah restoran makanan khas Makassar di Depok. Namanya Daeng Carammeng. Lokasi lengkapnya ada di Jalan Melati Raya No. 6, Pancoran Mas, Kota Depok. 


Rupanya bukan hanya menjual es pisang ijo, tapi Daeng Carammeng juga menjual berbagai macam makanan khas Makassar lain yang membuatku langsung tertarik. 




Setelah melihat berbagai menu di restoran tersebut, aku jadi makin semangat lagi buat segera ke sana dan berharap bisa makan bisa makan mie titi juga… :D 


Buat yang belum familiar, mie titi adalah sajian mie khas Makassar yang sekilas mengingatkanku pada ifumie. Mienya digoreng kering lalu disiram kuah kental berisi sayuran dan suwiran ayam. Kebayang, kan. Pokoknya comfort food banget, deh. Apalagi disantap hangat.


Karena rasa penasaran dan keinginan makan es pisang ijo dan mie titi sudah memuncak, akhirnya aku dan suami memutuskan untuk langsung datang ke Daeng Carammeng.


Tapi… Nasib berkata lain. Pas sampai sana, ternyata restorannya tutup! Hiks….


Aku masih ingat rasa kecewanya waktu itu. Sudah membayangkan semangkuk es pisang ijo dan hangatnya mie titi, eh, ternyata harus gigit jari. Saking penasarannya, aku sampai menghubungi lewat WhatsApp untuk bertanya kapan restoran buka lagi. Kalau tidak salah saat itu memang masih dalam suasana setelah Lebaran.


Akhirnya, ya, sudahlah. Keinginan makan es pisang ijo yang tadinya membara perlahan redup. Seperti banyak keinginan kecil lainnya, akhirnya rasa inginku itu tersimpan lalu terlupakan begitu saja.


Sampai beberapa minggu kemudian aku sedang jalan bersama suami untuk mencari makan malam. Sebenarnya kami sudah berencana untuk membeli sesuatu, aku juga agak lupa waktu itu mau beli makanan apa.


Namun tiba-tiba suamiku mengarahkan motor menuju satu tempat yang rasanya familiar. Lho? Ternyata… Daeng Carammeng! :D


Dan alhamdulillah, kali ini restorannya buka. Hehehe… Rasanya senang banget. Lucu ya, kadang kebahagiaan datang dari hal sesederhana tempat makan yang akhirnya berhasil didatangi setelah sempat gagal. :D Akhirnya aku dan suami pun makan di sana dan nggak lupa pesan take away untuk anak-anak di rumah… :D



Suasana Homey di Daeng Carammeng Depok

Dari luar, Daeng Carammeng sudah cukup menarik perhatian. Di bagian depannya berdiri replika kapal phinisi yang membuat restoran ini mudah dikenali.


Bagi masyarakat Bugis dan Makassar, kapal Phinisi bukan sekadar kapal layar biasa. phinisi adalah simbol identitas, semangat merantau, keberanian, sekaligus keahlian pelaut Sulawesi Selatan yang sudah dikenal sejak lama. 


Kapal tradisional ini menjadi lambang perjalanan dan ketangguhan masyarakat pesisir dalam mengarungi lautan. Nggak heran kalau keberadaan replika phinisi di depan Daeng Carammeng memberi sentuhan budaya yang kuat dan terasa khas Makassar banget. Bahkan sebelum makanan datang, nuansa Sulawesinya sudah terasa lebih dulu.




Meski restoran ini nggak terlalu luas, suasananya terasa nyaman dan homey. Tempat ini seperti menghadirkan rasa hangat. Aku pribadi suka tempat makan seperti ini. Nggak terlalu besar dan kebetulan juga nggak ramai. Kebetulan pas aku dan suami datang hanya terlihat satu meja saja yang terisi.  


Lokasi restorannya sendiri menurutku juga cukup strategis di pinggir jalan raya di kawasan Pancoran Mas. Tempat ini relatif mudah dijangkau dari berbagai area di Depok.



Menikmati Mie Titi, Coto, dan Es Pisang Ijo yang Sudah Lama Dinanti

Begitu duduk, kami langsung diberikan buku menu dan nggak perlu waktu lama aku memesan beberapa menu yang memang sudah lama membuat penasaran. Menu yang kami pesan antara lain: mie titi, coto, buras, dan tentu saja, es pisang ijo. :) 


1. Mie Titi yang Gurih dan Memuaskan

Menu pertama yang kucicipi tentu mie titi. Begitu disajikan, tampilannya langsung menggoda. Mie kering renyah dengan kuah kental dengan isian yang melimpah. Sekilas memang mirip ifumie, tapi setelah dicoba rasanya punya karakter sendiri. 




Kuahnya mantap. Gurih, hangat, dan terasa comforting. Ada rasa yang membuatku ingin terus menyeruputnya sampai habis. Mienya tetap punya tekstur renyah yang menyenangkan meski terkena kuah.


Buat pecinta olahan mie berkuah seperti aku, menu ini jelas memuaskan. Oiya, rasa kuah kaldunya juga terasa seperti buatan rumahan. Maksudnya seperti buatanku tapi versi naik kelasnya ahahaha…



2. Coto Makassar dan Buras, Perpaduan yang Klop!

Selanjutnya ada coto Makassar yang ditemani buras. Sebenarnya ini adalah menu pesanan suamiku. Jadi begitu semangkuk coto disajikan, ada sepiring buras dan ketupat yang juga ditaruh di atas meja. 


Ternyata kita boleh memilih mau menyantap coto dengan pendamping apa. Nah, suamiku pun memilih untuk menikmati coto dengan buras.





Buras sendiri adalah makanan khas Makassar yang mirip lontong, dibungkus daun pisang dan punya rasa gurih. Memang cocok sekali dijadikan pasangan coto.


Dan soal kuah coto? Gimana rasanya? Aku sempat mencoba sedikit menu ini. Dan memang mantap!


Aku suka kuah coto di sini. Kaya rempah, hangat, dan sama seperti mie titi, terasa comforting banget. Ada rasa gurih yang dalam tapi tetap ramah di lidah. Menikmatinya bersama buras membuat pengalaman makan jadi terasa lebih lengkap.



3. Es Pisang Ijo yang Akhirnya Kesampaian

Lalu tibalah momen yang sejak awal paling kutunggu. Es pisang ijo.


Jujur, ada rasa puas yang sulit dijelaskan waktu akhirnya semangkuk es pisang ijo itu sampai di meja. Setelah drama datang ke restoran yang tutup dan jeda berminggu-minggu, akhirnya keinginan itu benar-benar kesampaian. :D




Dan syukurlah… rasanya pun enak. Aku suka karena manisnya nggak berlebihan.


Pisangnya lembut, balutan hijaunya pas, dan keseluruhan rasanya terasa seimbang. Mungkin karena penantian yang cukup panjang juga ya, jadi rasanya terasa lebih spesial, ya…Hihi… :D 


Nah, untuk menu selengkapnya yang ada di Restoran Daeng Carammeng bisa Manteman lihat di bawah ini, ya: 










Daeng Carammeng, Tempat yang Rasanya Ingin Didatangi Lagi

Pengalaman makan di Daeng Carammeng buatku bukan sekadar soal kuliner Makassar.


Ada cerita kecil di baliknya. Tentang keinginan sederhana yang sempat tertunda, tentang restoran yang pernah kudatangi dalam keadaan tutup, lalu akhirnya berhasil kami nikmati kemudian.


Kadang memang ada makanan yang terasa lebih nikmat karena diperjuangkan, ya… hehe… :D


Kalau kamu sedang mencari restoran makanan khas Makassar di Depok, Daeng Carammeng bisa jadi pilihan yang menarik. Tempatnya nyaman, suasananya homey, lokasinya strategis, dan menu-menunya juga memanjakan lidah.


Daeng Carammeng

Jalan Melati Raya No. 6, Pancoran Mas, Kota Depok

No. WA: 0812 1800 8911

Jam buka: 08.00 - 21.00/21.30



Dita Indrihapsari


Nuanu Park Bali, Tempat Wisata Kreatif yang Menggabungkan Alam, Seni, dan Ruang Keluarga




Rasanya aku sudah lama nggak menginjakkan kaki di Pulau Bali. Sebagai salah satu pulau yang jadi tujuan wisata populer di Indonesia, Bali, tuh, nggak pernah kehabisan tempat menarik untuk dijelajahi, ya. Teman-teman setuju nggak? :) 


Makanya kalau nanti aku traveling ke Bali, aku pingin banget menjelajahi berbagai destinasi baru di pulau tersebut yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tentunya tempat wisata yang masih dekat dengan alam, tapi juga ramah anak dan keluarga… 


Nah, ada salah satu tempat wisata di Bali yang sempat mencuri perhatianku dan banyak teman-teman traveler lainnya. Di social media pun tempat ini sudah populer banget. Konsep tempatnya juga beda dibanding tempat wisata lainnya di Bali. Yap, ini dia, Nuanu Creative City Bali.


Pernah nggak Manteman lihat konten di social media tentang tempat ini? Yang paling aku ingat, sih, adanya patung Earth Sentinels. Patung ikonik perpaduan antara karya seni dan teknologi! Kalau malam patung ini bisa menyala gitu. Baguuus banget kelihatannya.


Sebenarnya apa itu Nuanu Creative Park dan apa hal baru yang ada di tempat wisata ini? Yuk simak tulisan Bubu tentang Nuanu Bali di bawah ini… :)



Nuanu Creative City, Antara Seni dan Teknologi  

Nuanu Creative City merupakan kawasan kreatif seluas 44 hektar yang berada di Tabanan, Bali.


Tempat ini dikenal sebagai ruang yang menggabungkan budaya, kreativitas, inovasi, teknologi, seni, hingga komunitas dalam satu ekosistem terintegrasi. Keren banget, kan, konsepnya! 


Nah, kini Nuanu kembali menghadirkan sesuatu yang baru dan menarik, yaitu Nuanu Park. Nuanu Park menjadi salah satu destinasi baru di Bali yang menarik untuk masuk wishlist, nih. 


Apalagi konsepnya bukan sekedar taman biasa, tetapi ruang publik yang dirancang agar pengunjung bisa menikmati alam, seni, budaya, edukasi, hingga aktivitas keluarga dalam satu area. Aku jadi nggak sabar mau buru-buru ke Nuanu Park! :D 



Mengenal Nuanu Park, Gerbang Baru Menuju Nuanu Creative City

Nuanu Park sendiri sebenarnya merupakan taman publik seluas 1,6 hektar yang menjadi gerbang utama bagi pejalan kaki menuju kawasan Nuanu Creative City.


Ternyata Nuanu Park dirancang untuk ngasih pengalaman buat pengunjung dengan konsepnya yang lebih terbuka dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Nuanu Park kelihatan banget mencoba menjadi ruang yang lebih ramah untuk semua kalangan, termasuk keluarga dan anak-anak.




Buat aku pribadi, konsep terbuka seperti ini seperti ini menarik banget. Soalnya kadang sebuah destinasi terasa terlalu eksklusif atau intimidating untuk dikunjungi pertama kali. Sedangkan Nuanu Park kesannya lebih terbuka. Karena itulah cocok banget untuk dinikmati keluarga dan anak-anak. 

 


Bukan Sekadar Taman, Tapi Ruang Interaksi dan Eksplorasi

Yang membuat Nuanu Park terasa berbeda adalah bagaimana taman ini menggabungkan banyak pengalaman dalam satu kawasan. Di Nuanu Park pengunjung bisa menemukan beberapa destinasi seru, seperti:

  • Botanical Garden
  • Amphitheatre
  • Playground anak
  • Kids Academy
  • Ropes course & zipline
  • Nuanu Art Village
  • Area ramah hewan peliharaan
  • Program komunitas dan masterclass
  • Area outdoor untuk eksplorasi keluarga


Melihat daftar di atas, aku jadi langsung ngebayangin kalau tempat ini akan cocok untuk berbagai tipe pengunjung. Anak-anak bisa bermain dan belajar, orang dewasa bisa menikmati seni dan suasana alam, sementara content creator seperti aku pasti akan menemukan banyak spot menarik untuk diabadikan.


Konsep ruang terbuka seperti ini memang sedang banyak dicari, terutama oleh keluarga yang ingin quality time tanpa harus selalu berada di pusat perbelanjaan.


\

Nuanu Gate, Perpaduan Budaya Bali dan Teknologi Modern

Nah, salah satu highlight paling menarik dari Nuanu Park adalah hadirnya Nuanu Gate sebagai gerbang resmi di kawasan Nuanu Creative City.


Gerbang ini bukan hanya berfungsi sebagai pintu masuk biasa, tapi juga dirancang sebagai landmark budaya yang memadukan arsitektur Bali dengan pendekatan multimedia kontemporer.




Nuanu Gate dikembangkan bersama seniman Bali, arsitek, pematung, penasihat budaya, dan berbagai kreator lokal. Yang membuatnya semakin unik adalah penggunaan instalasi digital dan projection mapping yang menghadirkan sentuhan modern tanpa meninggalkan identitas budaya Bali.


Generasi sekarang suka banget dengan pengalaman yang immersive dan modern. Sedangkan Bali sangat mengakar kuat budayanya. Nuanu mencoba mempertemukan keduanya dalam satu ruang dan tempat.

Buat pecinta seni dan fotografi, aku rasa area ini bakal menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto maupun membuat konten video.



Cocok untuk Wisata Keluarga dan Community Space

Sebagai ibu sekaligus content creator yang sering mencari tempat family friendly, aku cukup tertarik dengan konsep ruang publik yang dihadirkan Nuanu Park. Terutama begitu melihat gambar fotonya. 


Bukan hanya menyediakan playground untuk anak-anak, tetapi juga area interaktif yang memungkinkan keluarga melakukan banyak aktivitas bersama. 


Ada ruang terbuka hijau, area edukasi, hingga aktivitas outdoor yang bisa membuat anak lebih aktif bergerak dan mengeksplorasi lingkungan.


Yang menarik lagi, Nuanu Park juga bakal menghadirkan berbagai program komunitas, workshop, hingga masterclass. Jadi pengunjung bukan hanya datang untuk jalan-jalan, tetapi juga bisa belajar dan berinteraksi dengan komunitas kreatif.


Konsep seperti ini membuat sebuah tempat terasa lebih “hidup”, kan, ya. Destinasi ini  bukan sekadar destinasi wisata yang hanya dikunjungi sekali lalu selesai tanpa kesan lebih dalam.



Nuanu Creative City, Ekosistem Kreatif Modern di Bali

Nuanu Creative City sendiri memang dikembangkan sebagai kawasan kreatif modern yang menghubungkan seni, budaya, pendidikan, hiburan, alam, dan teknologi.


Di tengah berkembangnya wisata modern di Bali, Nuanu hadir dengan pendekatan yang cukup berbeda. Mereka nggak hanya membangun tempat wisata estetik, tetapi juga mencoba menciptakan ekosistem kreatif yang bisa berkembang bersama komunitas lokal. Nah, hal ini patut diacungi jempol ketika sebuah bisnis masih menapak tanah dan mengikuti aturan adat yang sudah ada sejak dulu kala. 


Hal ini terlihat dari bagaimana Nuanu melibatkan banyak seniman dan kreator Bali dalam pengembangan berbagai elemennya, termasuk Nuanu Gate.


Pendekatan seperti ini menurutku penting banget, ya.  Hal ini dilakukan supaya perkembangan wisata modern tetap memiliki koneksi kuat dengan budaya lokal Bali, bukan justru menghilangkannya.  :) Kalau soal ini aku setuju banget!



Destinasi Baru yang Menarik untuk Masuk Wishlist

Melihat konsep yang diusung, aku merasa Nuanu Park punya potensi menjadi salah satu ruang publik favorit baru di Bali, terutama untuk keluarga muda, pecinta seni, komunitas kreatif, hingga content creator.


Bayangin aja, dalam satu area pengunjung bisa menikmati taman hijau, aktivitas outdoor, area seni, spot estetik, playground anak, hingga pengalaman budaya modern khas Bali.


Buat yang suka mencari tempat healing dengan suasana berbeda, Nuanu Park sepertinya juga menarik untuk dikunjungi. Terutama karena konsepnya lebih terbuka dan santai dibanding tempat wisata yang terlalu padat atau formal.


Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Bali dalam waktu dekat, mungkin Nuanu Park bisa jadi salah satu destinasi baru yang layak masuk itinerary, ya!



Dita Indrihapsari


Rekomendasi Hotel Dekat GBK untuk Nonton Konser BTS, Tinggal Jalan ke Venue!

rekomendasi-hotel-dekat-gbk-untuk-nonton-konser-bts



Beberapa hari lalu, social media heboh! Akhirnya venue konser BTS sudah diumumkan dan waktu tanggal pembelian tiket konsernya pun juga sudah ada jadwalnya. 


Akhirnya setelah ramai antara GBK dan JIS, konser BTS resmi bakal diselenggarakan di GBK sesuai harapan banyak Army… Hehehe… :D 


Konser BTS sendiri bakal berlangsung tanggal 26 dan 27 Desember 2026. Untuk wr ticket-nya ada di tanggal 9 Juni dan 11 Juni 2026. Sebentar lagi!


Siapa Manteman yang berencana buat ikut war ticket konser BTS juga??? Wah, kebayang, sih, rasanya pasti deg-degan, jantung berdebar, dan berharap tulisan “Congratulations!” muncul di layar setelah antre virtual buat beli tiket konsernya… :D 


Tapi perjuangan Army sebenarnya nggak berhenti sampai tiket konser berhasil diamankan. Ada satu hal penting lain yang sering bikin galau: mencari hotel dekat GBK untuk nonton konser BTS. Bukan hanya BTS aja, tapi juga buat nonton konser lainnya atau pertandingan olahraga yang berlangsung di GBK. 


Buat yang datang dari luar kota atau ingin menikmati konser tanpa drama macet dan rebutan transportasi, menginap di hotel dekat Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) bisa jadi keputusan terbaik. 


Bayangin selesai konser, kaki pegal setelah jumping dan sing along, tapi  hanya perlu jalan kaki atau perjalanan singkat menuju hotel dan bisa langsung istirahat. Wah, nikmat banget, kan, tuh.


Memilih hotel dekat venue sebenarnya juga bukan sekadar soal tempat tidur, tapi bagian dari pengalaman konser yang menyenangkan. Kalau Manteman sedang mencari rekomendasi hotel dekat GBK untuk nonton konser BTS, berikut beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan.



1. Hotel Sultan, Favorit karena Tinggal Jalan Kaki ke GBK

Salah satu hotel paling strategis untuk nonton konser BTS di GBK tentu saja Hotel Sultan.


Hotel ini masih berada di dalam kawasan GBK dan termasuk yang paling dekat dengan Stadion Utama GBK. Dari hotel, kita bahkan bisa berjalan kaki menuju venue tanpa perlu pusing memikirkan parkir atau transportasi.


Aku sendiri pernah menginap di Hotel Sultan bersama keluarga dan pengalaman itu cukup berkesan. Area hotelnya luas, banyak pepohonan, dan suasananya terasa nyaman untuk keluarga. Anak-anak juga betah karena hotel ini termasuk kids friendly.


hotel-sultan-rekomendasi-hotel-dekat-gbk-untuk-nonton-konser-bts



Fasilitas Hotel Sultan cukup lengkap, mulai dari kolam renang, pusat kebugaran, restoran, area taman luas, lapangan tenis sampai playground anak, dan fasilitas lainnya.


Jarak ke Stadion Utama GBK juga hanya sekitar 500–700 meter.


Kelebihan Hotel Sultan adalah lokasinya yang benar-benar berada di area GBK. Saat konser selesai dan ribuan orang mulai memesan kendaraan online, tamu hotel bisa berjalan santai kembali ke kamar. Rasanya seperti mendapat VIP privilege sendiri, kan.


Hotel ini tentunya cocok untuk keluarga, Army yang datang bersama anak, penonton konser yang mengutamakan kenyamanan dan akses jalan kaki. Kalau datang bersama keluarga, anak-anak bisa bersama ayahnya dulu, sedangkan kamu bisa ke konser dengan tenang.. :) 


Baca Juga: Naik Transportasi Umum ke Indonesia Arena - Rute MRT, TransJakarta, dan KRL



2. ARTOTEL Gelora Senayan, Hotel Lama Tapi Tetap Modern dan Artsy

Kalau kamu suka hotel dengan desain modern dan nuansa artistik, ARTOTEL Gelora Senayan bisa jadi pilihan menarik.


Hotel ini punya konsep yang lebih kekinian dengan sentuhan seni pada interiornya. Lokasinya juga strategis karena berada di kawasan Senayan dan dekat dengan mal fX Sudirman.


Jarak ke Stadion Utama GBK sekitar 1 kilometer atau beberapa menit perjalanan.


artotel-gelora-senayan-rekomendasi-hotel-dekat-gbk-untuk-nonton-konser-bts


Kelebihan ARTOTEL Gelora Senayan adalah atmosfernya yang stylish meskipun hotel lama. Buat Army yang ingin sekalian membuat konten atau foto OOTD concert day, hotel ini punya banyak spot menarik.


Menginap di sini juga membuat pengalaman konser terasa lebih seru karena suasana Senayan dan area sekitarnya selalu hidup saat ada konser besar.



3. Harris Suites fX Sudirman, Praktis dan Dekat MRT

Harris Suites fX Sudirman termasuk salah satu hotel favorit karena lokasinya menyatu dengan kawasan fX Sudirman Mall.


Ini jadi nilai plus karena sebelum konser kamu bisa makan, membeli kebutuhan mendadak, atau sekadar nongkrong dulu bersama sesama Army.


Fasilitas hotel antara lain ada kolam renang, gym, restoran, akses langsung ke mal, dan pastinya WiFi gratis.


harris-suites-fx-sudirman



Jarak menuju Stadion Utama GBK sekitar 700–900 meter dan masih nyaman ditempuh dengan berjalan kaki.


Kelebihan Harris Suites adalah akses transportasinya yang praktis. Hotel ini juga dekat dengan MRT Senayan Mastercard sehingga memudahkan mobilitas juga.


Banyak penonton konser memilih area ini karena setelah konser selesai mereka bisa langsung kembali ke hotel tanpa drama jalanan macet. :D 


Oiya, selain itu hotel ini juga viral di social media karena view-nya gedung-gedung tinggi di Jakarta. Bagus banget pemandangannya saat malam hari ketika lampu-lampu gedung menyala! 


Baca Juga: Hotel di Dekat Taman Safari Bogor



4. Best Western Senayan, Pilihan Ramah Budget

Nggak semua Army ingin mengeluarkan biaya besar untuk hotel. Kalau kamu mencari hotel dekat GBK dengan harga yang lebih bersahabat, Best Western Senayan bisa masuk daftar buat kamu cek, nih.


Lokasinya masih berada di area Senayan dan cukup dekat ke venue konser.


Jarak ke Stadion Utama GBK sekitar 1–1,5 kilometer. Masih bisalah, ya, buat jalan kaki setelah nonton konser… :D


Kelebihan Best Western Senayan adalah keseimbangan antara harga dan lokasi. Buat ARMY yang lebih fokus mengalokasikan budget untuk tiket konser atau merchandise resmi, hotel ini bisa jadi solusi. Meski lebih hemat, lokasinya tetap strategis sehingga pengalaman konser tetap nyaman.


best-western-senayan



5. Hotel Mulia Senayan, Mewah dan Premium yang Memorable

Kalau ingin pengalaman nonton konser BTS yang terasa super spesial, Hotel Mulia Senayan layak dipertimbangkan. Hotel bintang lima ini terkenal dengan layanan premium dan fasilitas 


Jarak ke Stadion Utama GBK sekitar 1 kilometer.


hotel-mulia-senayan


Kelebihan Hotel Mulia adalah kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan. Setelah konser yang penuh energi, kembali ke kamar hotel dengan fasilitas premium tentu terasa menyenangkan.


Hotel ini cocok untuk luxury traveler, datang dengan pasangan atau Army yang ingin pengalaman konser plus staycation mewah hotel bintang lima.


Bayangin aja selesai konser BTS, masih mengenakan gelang konser dan suara encore belum hilang dari kepala, lalu menikmati malam di hotel yang nyaman. Rasanya pasti memorable banget. Tapi, ya, itu siapin budget yang lebih aja. Dan siapa tahu BTS juga menginapnya di hotel ini… :D 


Baca Juga: Pengalaman Staycation di Hotel Borobudur Jakarta



6. Fairmont Jakarta, Luxury Stay untuk Concert Experience

Fairmont Jakarta juga menjadi salah satu hotel dekat GBK yang sering dipilih saat ada konser besar. Lokasinya berada dekat kawasan Senayan dan terhubung dengan pusat perbelanjaan.


Selain itu ada harapan juga kalau BTS menginap di hotel ini. Kapan lagi bisa satu hotel sama idola… :D 


hotel-fairmont-jakarta



Jarak ke Stadion Utama GBK juga masih terbilang dekat, sekitar 1 kilometer aja. 


Kelebihan Fairmont tentunya kombinasi antara akses strategis dan pengalaman menginap mewah. Hotel ini juga cocok banget, deh, untuk yang ingin menikmati akhir pekan di Jakarta sambil menonton konser.



Tips Memilih Hotel Dekat GBK untuk Konser BTS

Sebelum booking hotel, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu, ya.


1. Prioritaskan jarak ke venue

Semakin dekat hotel ke GBK, semakin kecil kemungkinan stres karena macet atau transportasi penuh. Namun jika hotel pilihan di dekat GBK sudah penuh, Manteman bisa memilih yang dekat dengan transportasi umum. Nanti aku coba rangkum juga ya pilihan hotelnya di tulisan lain.


2. Booking jauh-jauh hari

Kalau bisa, booking dari sekarang! Tiket konser memang belum di tangan tapi hotel pasti sudah banyak dipesan orang. Pilih hotel yang bisa di-refund kalau amit-amit Manteman nggak dapat tiket konsernya. 


3. Pertimbangkan akses jalan kaki

Setelah konser selesai, kawasan GBK pastinya sangat ramai. Hotel yang bisa dicapai dengan berjalan kaki jelas lebih nyaman dan bisa membuat kita jadi lebih cepat untuk istirahat juga. 


4. Sesuaikan budget

Tentukan sejak awal apakah ingin hotel hemat, hotel keluarga atau hotel dengan pengalaman luxury. Kalau ada budget-nya silakan disesuaikan aja, ya. 



Baca Juga: 5 Hotel Tertua di Jakarta dan Sejarahnya



Nonton konser BTS bukan sekadar datang ke venue lalu pulang. Ada pengalaman emosional, kebersamaan sesama Army dan kenangan yang akan bertahan lama.


Karena itu, memilih hotel dekat GBK untuk nonton konser BTS bisa membuat pengalaman tersebut terasa jauh lebih nyaman dan menyenangkan. Mulai dari Hotel Sultan yang tinggal jalan kaki ke stadion, sampai Fairmont dan Hotel Mulia untuk pengalaman lebih premium, semuanya punya keunggulan masing-masing.


Jadi, saranku buat Manteman yang tinggak di luar kota atau jauh dari venue konser, gassss langsung segera booking hotel dekat GBK sebelum kehabisan kamar. MULAI DARI SEKARANG! Hahaha… :D 



Dita Indrihapsari


*Foto-Foto Hotel: Booking.com


Kombi Bake, Menikmati Kombucha dan Sourdough di Sudut Kota Bogor

kombi-bake-bogor-kombucha-sourdough


Bogor rasanya nggak pernah kehabisan tempat menarik untuk disinggahi. Di tengah ramainya coffee shop dan tempat nongkrong kekinian, ada satu tempat yang menawarkan pengalaman berbeda. 


Bukan sekadar ngopi atau duduk santai, tapi juga mengenal minuman fermentasi sehat dan roti artisan yang dibuat dengan penuh kesabaran. Namanya Kombi Bake. :)


Buatku, datang ke Kombi Bake terasa lebih personal. Bukan hanya karena tempatnya nyaman dan makanannya menarik, tetapi juga karena cafe ini dimiliki oleh teman kantorku dulu saat masih bekerja di Endeus TV. :D  


Rasanya menyenangkan melihat perjalanan seseorang yang dulu sama-sama berkutat dengan dunia kreatif, kini berani melangkah menjadi pelaku UMKM di Bogor dengan konsep yang kuat. 


Jujur saja, aku saluuuut banget sama temanku itu. Di tengah persaingan bisnis kuliner yang ketat, membangun cafe seperti Kombi Bake bukanlah hal mudah. 



Dari Dunia Kreatif ke Dunia UMKM

Kadang hidup memang membawa orang ke perjalanan yang tak terduga. Dulu aku dan temanku, Farinda, sama-sama berada di lingkungan kerja yang penuh ide dan kreativitas di Endeus.


Siapa sangka sekarang ia memilih jalan berbeda: membangun bisnis sendiri di Bogor dengan fokus pada dua hal yang belum terlalu umum bagi sebagian orang Indonesia, yaitu kombucha dan sourdough.


Bukan pilihan mainstream, tapi justru di situlah menariknya. Kombi Bake bukan cafe yang hanya mengikuti tren. Tempat ini terasa seperti hasil dari passion-nya yang benar-benar dipikirkan dan dijalani dengan serius bersama adiknya.


Saat pertama datang, aku bisa merasakan bahwa setiap sudutnya dibuat dengan niat. Mulai dari konsep menu, dapur, sampai suasana ruangnya.


Baca Juga: Uncle Jo Coffee Shop Bogor, Tempat Ngopi Santai Dekat Alun-Alun



Apa Itu Kombucha?

Kalau mendengar kata kombucha, mungkin masih banyak yang bertanya-tanya. Sebenarnya apa, sih, kombucha itu?


Sepengetahuan aku, ya, kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh yang dicampur gula dan bakteri serta ragi baik atau yang sering dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). 


Proses fermentasi ini menghasilkan minuman dengan rasa yang unik. Sedikit asam, segar, dan memiliki sensasi sparkling alami gitu.


kombucha-kombi-bake-bogor



Banyak orang menyukai kombucha karena dipercaya mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan. Namun buatku pribadi, daya tarik kombucha bukan semata soal manfaat kesehatan. Rasanya itu lho!


Buat yang baru pertama mencoba mungkin perlu adaptasi, tapi setelah terbiasa justru bisa bikin jadi nagih.


Nah, di Kombi Bake, kombucha bukan hanya sekedar menu tambahan. Minuman ini memang jadi identitas tempatnya. Kita bisa menikmati kombucha dalam suasana santai sambil melihat aktivitas dapur dan aroma roti yang baru matang. Pengalaman yang menurutku cukup jarang ditemukan. :) 


Baca Juga: 5 Kuliner Khas Pontianak



Mengenal Sourdough, Roti dengan Proses Panjang

Selain kombucha, daya tarik utama Kombi Bake tentu saja ada di roti sourdough. Bagi Manteman yang belum familiar, sourdough adalah roti yang dibuat melalui proses fermentasi alami menggunakan starter berupa campuran tepung dan air yang mengandung yeast serta bakteri alami.


Berbeda dengan roti biasa yang menggunakan ragi instan dan proses cepat, sourdough membutuhkan waktu lebih panjang dan kesabaran ekstra saat proses pembuatannya. Hal itulah yang membuat roti ini punya tekstur yang khas.


sourdough-kombi-bake-bogor


Bagian luar biasanya lebih crunchy, sementara bagian dalamnya chewy dengan aroma sedikit asam yang justru menjadi ciri khas sourdough.


Dan di Kombi Bake, sourdough dibuat secara artisan. Bukan produksi massal. Berasa banget ada sentuhan tangan dan proses yang terasa lebih personal.


Baca Juga: Kuliner Legendaris di Pasar Jatinegara



Open Kitchen yang Bikin Penasaran

Salah satu hal yang paling menarik di Kombi Bake adalah konsep open kitchen. 


Aku termasuk orang yang senang melihat proses di balik makanan. Di sini, kalau sedang beruntung dan datang di waktu yang pas, kita bisa melihat langsung proses pembuatan sourdough.


Mulai dari adonan yang dibentuk, proses handling dough, sampai persiapan sebelum masuk oven.


kombi-bake-bogor-kombucha-sourdough



Buat pencinta baking atau sekadar orang yang penasaran seperti aku, pengalaman ini menyenangkan banget, lho!


Mungkin karena kita jadi sadar kalau roti yang ada di meja bukan sesuatu yang instan. Ada waktu, tenaga, dan ketelatenan di baliknya. 


Dan menyenangkan juga begitu melihat roti sudah jadi lalu dipotong-potong menggunakan alat slicer. Wah, rasanya seru banget ada di tempat ini! :D 



Daftar Menu dan Harga di Kombi Bake

Di Kombi Bake ada beberapa varian menu roti sourdough dan kombucha. Selain itu juga ada menu cake dan kue lainnya serta minuman jenis lain. Jadi mau nongkrong di Kombi Bake, tuh, nggak bakal bosen, deh, karena kita jadi bis mencoba berbagai varian rasanya. 


Berikut daftar menu dan harga di Kombi Bake, ya:


daftar-menu-dan-harga-kombi-bake

daftar-menu-dan-harga-kombi-bake



Nah, dari banyaknya menu di atas aku paling suka varian kombucha rasa ginger and cinnamon. Wah, menurutku itu rasanya juara banget, sih. Sentuhan rasa jahenya berasa dan aroma kayu manisnya juga dapet banget! Cocok juga variasi keduanya dijadikan minuman fermentasi ini dengan perpaduan rasa asamnya. 


Sedangkan untuk sourdough, aku suka banget yang rasa oregano cheese. Aku rekomendasiin rasa ini, seh, buat Manteman yang baru mau nyoba makan sourdough selain rasa originalnya… :) 


Selain itu, di Kombi Bake aku juga pernah mencoba soft bake cookies dan cranberry cheese sourdough. Duh, enak-enak semuaaaa! :D


Baca Juga: Menjelajahi Sejarah Bogor di Bumi Parawira Bogor



Suasana Kombi Bake yang Hangat

Satu hal yang aku suka juga dari Kombi Bake adalah suasananya. Cafe ini punya vibe yang berbeda dibanding tempat nongkrong yang terlalu ramai atau penuh musik keras.


Di sini suasananya lebih hangat dan terasa intimate. Bukan tipe tempat yang membuat orang datang lalu buru-buru pergi. Tempat ini terasa mengajak kita buat duduk lebih lama.


Cocok banget Kombi Bake jadi tempat ngobrol sambil menikmati sourdough atau jadi tempat kerja sambil menyesap kombucha dingin juga cocok banget… 


kombi-bake-bogor-kombucha-sourdough


Interior dalamnya sederhana tetapi tetap terlihat estetik. Dan pastinya, sih, ada nuansa artisan dan homey yang terasa natural. Tersedia juga fasilitas toilet dan mushola, ya, di dalamnya. 


Nilai plus lainnya dari tempat ini adalah lokasinya. Kombi Bake berada di area yang strategis, dekat pusat Kota Bogor dan nggak jauh dari Lapangan Kresna.


Buat warga Bogor, nama Lapangan Kresna mungkin sudah familiar, ya. Hampir setiap hari lapangan ini menjadi titik kumpul warga untuk berolahraga, jogging atau sekadar berjalan santai. Saat weekend suasananya bahkan lebih hidup.


Banyak keluarga, komunitas, sampai warga yang memanfaatkan area tersebut untuk aktivitas pagi. Nah, setelah olahraga atau jalan santai, mampir ke Kombi Bake bisa jadi ide menarik, nih… :D 



Sedang Proses Sertifikasi Halal

Oiya, terakhir aku ke Kombi Bake beberapa waktu lalu, temanku cerita kalau Kombi Bake lagi proses sertifikasi halal. 


Menurutku, hal ini jadi langkah positif yang nunjukin kalau Kombi Bake  punya komitmen yang baik supaya semakin banyak orang merasa nyaman menikmati menu yang disajikan. 


Apalagi kedua jenis menu andalannya, sourdough dan kombucha merupakan produk fermentasi. JAdi rasnaya lebih tenang kalau sudah ada label halalnya, ya…


Baca Juga: Bumi Semboja Bogor, Resto Nostalgia di Rumah Nenek



Gimana, Manteman tertarik buat nyoba kombucha dan sourdough di Kombi Bake? Kalau suatu hari sedang berada di Bogor dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari sekadar kopi dan pastry biasa, Kombi Bake bisa masuk dalam daftar tempat yang layak disinggahi, nih.

Siapa tahu setelah mencicipi kombucha dan sourdough hangat di sana, kamu pulang bukan cuma dengan perut kenyang, tapi juga dapat inspirasi baru…. :D 



Dita Indrihapsari


Naik Transportasi Umum ke Indonesia Arena: Rute MRT, TransJakarta, dan KRL

transportasi-umum-ke-indonesia-arena


Kalau aku perhatikan belakangan ini, nama Indonesia Arena makin sering muncul di media sosial. Venue megah yang berada di dalam kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta ini laris manis jadi pusat acara besar di Jakarta, mulai dari pertandingan olahraga internasional sampai konser musisi lokal dan dunia.


Buat yang sudah ngerasain gimana suasana di Indonesia Arena, rata-rata yang aku baca di social media, sih, positif, ya. Tempatnya bagus dan memang proper banget buat jadi venue tingkat dunia.


Nah, aku sendiri akhirnya merasakan langsung suasana venue ini saat menonton konser band rock asal Jepang, ONE OK ROCK kemarin. Dari sebelum konser dimulai, area sekitar venue sudah ramai dipenuhi penonton yang datang dari berbagai daerah. Bahkan dari luar negeri juga banyak! 


Dari sekian banyak penonton, banyak juga yang memilih datang naik transportasi umum karena akses menuju Indonesia Arena cukup mudah. Hanya perlu tenaga lebih aja… Hehehe :D 


Buat yang masih bingung bagaimana cara ke Indonesia Arena naik MRT, TransJakarta, atau KRL, aku mau berbagi pengalaman sekaligus panduan transportasi umum yang praktis supaya perjalanan ke venue jadi lebih nyaman, ya.



Indonesia Arena, Venue Modern Kebanggaan Indonesia

Sejak diresmikan, Indonesia Arena langsung mencuri perhatian. Venue indoor berstandar internasional ini dibangun di kawasan kompleks GBK dan memiliki kapasitas sekitar 16 ribu penonton. 


Ukurannya besar, modern, dan sering dipakai untuk event skala nasional maupun internasional.


Awalnya, Indonesia Arena memang lebih dikenal sebagai venue olahraga. Banyak pertandingan basket, voli, dan futsal digelar di sini. Atmosfernya memang cocok banget untuk pertandingan besar karena tribun penonton dibuat nyaman dengan pandangan yang cukup jelas ke area arena.


transportasi-umum-ke-indonesia-arena
Dok. Archify



Aku sendiri belum pernah, nih, ngerasain nonton pertandingan olahraga di tempat ini. Pingin juga suatu hari nanti kalau ada kesempatan bisa ngerasain langsung atmosfer pertandingan olahraga di dalam venue Indonesia Arena. 


Sekarang, Indonesia Arena juga sering digunakan untuk konser artis lokal maupun mancanegara. Mulai dari konser K-Pop, band internasional, sampai musisi Indonesia pun sudah banyak yang tampil di sini. 


Sepengalaman aku nonton di Indonesia Arena kemarin, sistem pencahayaan dan tata suaranya kerasa banget kerennya! Jadi, pengalaman menonton konser juga lebih maksimal.


Saat aku datang untuk konser ONE OK ROCK, aku cukup terkesan dengan fasilitas di venue ini. Area toiletnya cukup banyak sehingga antrean masih kelihatan teratur meski venue penuh penonton. 


Mushola juga tersedia dan cukup nyaman digunakan sebelum acara dimulai. Kalau nggak salah ada dua fasilitas mushola di tempat ini. Meski menurutku musholanya agak kurang besar aja, sih. 


Selain itu, area luar venue juga luas sehingga penonton nggak menumpuk dan nggak terlalu berdesakan saat masuk maupun pulang acara. Buat yang datang bersama keluarga atau teman-teman, suasananya terasa lebih nyaman.


Baca Juga: Sejarah dan Fakta Menarik Stasiun Tanjung Priok



Kenapa Sebaiknya Naik Transportasi Umum ke Indonesia Arena?

Sebenarnya ke Indonesia Arena atau venue lain di kawasan GBK memang enak pakai kendaraan pribadi, ya. Lahan parkir juga tersedia di beberapa spot dan cukup luas juga. 


Namun kalau ada konser besar atau pertandingan olahraga, area GBK biasanya sangat padat. Jalanan sekitar Senayan juga sering macet, dan mencari parkir juga bisa cukup melelahkan. Capek banget, kan, mesti muter-muter buat cari parkir. Apalagi kalau sudah menjelang waktu acara. Bisa-bisa parkiran yang paling dekat dengan Indonesia Arena sudah full. 


Karena itu, naik transportasi umum jadi pilihan yang jauh lebih praktis. Selain lebih hemat, perjalanan juga terasa lebih santai karena nggak perlu stres memikirkan parkir kendaraan. :D 


Apalagi sekarang akses transportasi menuju GBK juga sudah makin lengkap. Mau naik MRT, TransJakarta, atau KRL semuanya bisa! Lanjut ojek online juga ada. 


Baca Juga: Tips Mengajak Anak Naik MRT Jakarta



Cara ke Indonesia Arena Naik MRT

Nah, buat yang mau perjalanan ke Indonesia lebih nyaman, MRT jadi salah satu pilihan terbaik.


Stasiun MRT terdekat dari Indonesia Arena adalah Stasiun MRT Senayan Mastercard dan MRT Istora Mandiri. Dari stasiun ini, kita bisa tinggal berjalan kaki menuju area GBK.


ke-indonesia-arena-naik-mrt


Rute MRT ke Indonesia Arena kalau datang dari arah Lebak Bulus, tinggal naik MRT arah Bundaran HI. Sedangkan kalau dari arah pusat kota seperti Dukuh Atas atau Bundaran HI juga tinggal langsung menuju Istora Mandiri atau Senayan Mastercard tanpa perlu transit.

  • Turun di Stasiun MRT Istora Mandiri/MRT Senayan Mastercard.


  • Keluar menuju area GBK.


  • Lanjut jalan kaki sekitar 20 menit (+- 1,5 km) ke Indonesia Arena. Bisa juga lanjut dengan ojek online jarak dekat kalau mau nggak capek. :D 

jalan-kaki-ke-indonesia-arena-dari-stasiun-mrt



Kelebihan naik MRT selain cepat dan minim macet, stasiun dan armadanya juga bersih dan nyaman. MRT juga menurutku cocok untuk pulang malam setelah konser.



Cara ke Indonesia Arena Naik TransJakarta

Pilihan berikutnya adalah naik TransJakarta. Ini cocok buat yang ingin perjalanan lebih hemat atau nggak tinggal dekat jalur MRT.


Ada beberapa halte yang cukup dekat dengan kawasan GBK dan Indonesia Arena, salah satunya adalah Halte Senayan Bank Jakarta. Dari halte ini, kita tinggal berjalan kaki menuju venue. Jaraknya sekitar 1,5 km juga dengan durasi 20 menit. Kalau mau lebih cepat sampai Indonesia Arena bisa dilanjutkan dengan ojek online. 


Nah, berikut aku coba kasih info juga dari akun @infotije untuk rute menuju Indonesia Arena dari berbagai tempat di Jakarta, ya. 


ke-indonesia-arena-naik-transjakarta


ke-indonesia-arena-naik-transjakarta


ke-indonesia-arena-naik-transjakarta



Kalau dilihat dari gambar di atas, halte paling dekat dengan Indonesia Arena adalah Bus Stop Gelora Hall Basket. Hall Basket GBK memang posisinya persis di sebelah Indonesia Arena. Dari Bus Stop Gelora Hall Basket ke Indonesia Arena jaraknya 400 meter aja. Deketlah! :D 


indonesia-arena-transjakarta



Kelebihan naik TransJakarta selain tarifnya murah, ada banyak banget pilihan rute meski harus transit beberapa kali. Transjakarta juga bisa menjangkau area Jakarta lebih luas lagi. Saranku kalau mau TransJakarta diperhitungkan waktunya, ya, karena pasti akan memakan waktu yang lebih lama. 



Cara ke Indonesia Arena Naik KRL

Buat yang datang dari Bogor, Depok, Bekasi atau Tangerang, KRL jadi pilihan favorit karena praktis dan terjangkau. Ada beberapa cara untuk melanjutkan perjalanan dari KRL menuju Indonesia Arena.


Rute KRL + MRT

Menurutku ini salah satu kombinasi yang cukup oke, sih. Kira-kira begini, ya, rutenya: 

  • Naik KRL dan turun di Stasiun Sudirman.
  • Jalan kaki menuju Stasiun MRT Dukuh Atas.
  • Naik MRT arah Lebak Bulus.
  • Turun di Stasiun MRT Istora Mandiri/MRT Senayan Mastercard.
  • Jalan kaki ke Indonesia Arena.


Nah, aku sendiri pernah coba komninasi ini waktu ke Tennis Indoor Senayan. Tapi emang capek, sih. Sampe keringetan banyak. Soalnya dari Stasiun Sudirman ke Stasiun MRT Dukuh Atas lumayan juga jalannya. :D Belum lagi dilanjut jalan dari Stasiun MRT ke Indonesia Arenanya. 


Kalau nggak mau dobel capeknya, dari Stasiun MRT Senayan Mastercard bisa langsung ojek online aja ke Indonesia Arena… Hehehe :D 


Untuk rute ke Indonesia Arena dengan TransJakarta, aku coba selipkan foto dari akun @futsalindonesia berikut ini, ya:


indonesia-arena-krl-commuterline


Baca Juga: Perjalanan Nonton Konser The Corrs di Beach City International Stadium Ancol Jakarta



Tips Naik Transportasi Umum ke Indonesia Arena

Supaya perjalanan ke Indonesia Arena lebih nyaman, ada beberapa tips yang menurutku penting:


1. Datang Lebih Awal

Kalau ada konser besar atau pertandingan internasional, area sekitar venue pasti ramai. Datang lebih awal bisa menghindari antrean panjang.


2. Gunakan Sepatu Nyaman

Dari halte atau stasiun tetap perlu jalan kaki beberapa menit. Jadi lebih nyaman kalau pakai sepatu atau sandal yang enak dipakai jalan.


3. Isi Saldo Kartu Elektronik

Pastikan saldo e-money atau kartu transportasi cukup. Kalau kurang isi dulu pas sebelum jalan, ya, biar nggak ribet di jalan… :D .


4. Siapkan Power Bank

Ini penting banget, apalagi kalau tiket konser ada di HP dan baterai mulai habis setelah dipakai foto atau video sepanjang acara. Pastikan baterai tetap ada isinya pas pulang dari Indonesia Arena supaya kalau butuh tap dari aplikasi atau pesan ojek online, hape masih bisa digunakan. 


5. Cek Jam Operasional Transportasi

Kalau konser selesai malam, pastikan masih ada jadwal MRT, TransJakarta, atau KRL untuk pulang. Misalnya nggak keburu, cari alternatif transportasi pengganti, misalnya dengan ikut trip konser, ojek online atau booking penginapan di dekat Indonesia Arena.


Nah, saat pulang aku akhirnya naik ojek online sampai Stasiun Tebet. Sebenarnya aku berencana ke Stasiun MRT, tapi karena sudah lelah mau jalan dan kebayang mesti transit-transit lagi, apalagi jam sudah hampir pukul 11 malam, akhirnya aku pun memutuskan untuk naik ojek online. 


Setelah sampai Stasiun Tebet lanjut, deh, sampai Stasiun Depok Baru. Alhamdulillah masih keburu, ya… Setahuku KRL beroperasi sampai pukul 24.00. Begitu pula MRT. TransJakarta malah ada sampai 24 jam di beberapa koridor. :) 


Buat Manteman yang nanti punya rencana nonton konser, pertandingan olahraga atau acara lain di Indonesia Arena, nggak perlu khawatir soal akses transportasi. Mau naik MRT, TransJakarta ataupun KRL semuanya cukup mudah karena lokasi Indonesia Arena sendiri sangat strategis. 

Jadi, sudah siap seru-seruan di Indonesia Arena tanpa ribet macet dan parkir? :D 


*Foto utama: Dok. Wikipedia


Dita Indrihapsari





Liburan Keluarga Menikmati Curug Sodong di Geopark Ciletuh Sukabumi

curug-sodong-ciletuh



Nggak kerasa tiba-tiba air mata ngembeng di pelupuk saat aku membuka folder foto-foto dan video dokumentasi yang sudah tersimpan di dalam hardisk. Ada banyak foto perjalanan keluarga, termasuk saat aku sekeluarga bersama papa mama dan ibu mertuaku mengunjungi Sukabumi. 


Itulah traveling terakhir yang agak jauh dari rumah bersama almarhum mama dan papaku di awal tahun 2020. Papaku sudah berjalan dengan bantuan tongkat karena stroke. Sedangkan mama alhamdulillah masih sehat wal afiat saat itu meskipun sudah menyandang status sebagai survivor kanker. 


Di tahun 2020 anak-anak juga masih kecil… :) Boo umur 7 tahun dan Mika umur 5 tahun. Kami bersama ke Ciletuh dengan menggunakan mobil. Sebelum beristirahat di hotel, kami sempat mengelilingi Geopark Ciletuh, termasuk ke Pantai Palangpang, Puncak Darma, dan Curug Sodong. 


Nah, kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman mengunjungi Curug Sodong di Ciletuh. Curug kembar unik yang bisa jadi pilihan destinasi wisata saat mengunjungi Ciletuh, Sukabumi… 



Road Trip dari Depok Menuju Geopark Ciletuh


Perjalanan ke Sukabumi kali ini dimulai sejak pagi hari dari Depok menggunakan mobil pribadi. Kami memilih berangkat lebih awal supaya nggak terlalu macet dan bisa lebih santai menikmati perjalanan. 


Jalan menuju Ciletuh, Sukabumi memang cukup panjang. Apalagi saat itu juga seingatku belum ada tol Bocimi yang bisa memangkas jarak. Meski demikian, pemandangan selama perjalanan membuat rasa lelah sedikit terbayarkan. Apalagi kami juga sempat beristirahat sejenak di warung pinggir jalan dan menikmati durian… :D 


Untungnya perjalanan menggunakan mobil pribadi membuat kami bisa berhenti kapan saja untuk beristirahat, terutama karena membawa orang tua yang sudah lansia. 


Saat memasuki kawasan Sukabumi menuju Geopark Ciletuh, suasana mulai berubah. Jalanan berkelok dengan pemandangan perbukitan hijau membuat perjalanan terasa makin seru. Dari hamparan sawah, bukit, hingga tebing-tebing besar yang menjadi ciri khas kawasan geopark.


Baca Juga: One Day Trip to Geopark Ciletuh



Menikmati Keindahan Geopark Ciletuh


Sebelum menuju Curug Sodong, kami sempat menikmati pemandangan dari beberapa titik di kawasan Ciletuh seperti Punck Darma. Udara yang sejuk dan suasana alam yang tenang membuat perjalanan terasa menyenangkan, terutama bagi anak-anak yang biasanya lebih sering berada di tengah suasana perkotaan.


Bagi orang tua yang sudah lansia, suasana alam seperti ini juga terasa menenangkan. Nggak perlu aktivitas berat untuk menikmati indahnya panorama Ciletuh. Cukup duduk santai sambil menikmati udara segar saja sudah terasa menyenangkan.


curug-sodong


Sebenarnya satu alasan kami ke Geopark Ciletuh mengajak keluarga karena sebelumnya aku dan suami sudah terlebih dulu ke tempat ini dengan mengendarai motor. Yap, naik motor dari Depok ke Ciletuh! 


Karena aku dan suami suka banget sama tempat ini, makanya kami pun pingin keluarga juga menikmati keindahan Ciletuh. Tapi siapa sangka kalau ini jadi trip perjalanan terakhir bersama papa dan mamaku sebelum di tahun yang sama papaku meninggal dan disusul mamaku sembilan bulan kemudian… 


Baca Juga: Review Grand Inna Samudera Beach Hotel Palabuhanratu Sukabumi



Pengalaman Mengunjungi Curug Sodong Bersama Keluarga


Sesampainya di area Curug Sodong, kami langsung disambut suara gemuruh air yang cukup deras. Ya, gimana nggak? Curug Sodong terdiri dari dua curug kembar. Uniknya lagi di bagian atasnya juga tampak satu curug lagi meskipun posisinya agak jauh. 


Sekitar Curug Sodong suasananya masih terasa alami dengan pepohonan hijau di sekelilingnya. Meski harus berjalan kaki sedikit menuju lokasi air terjun, jalurnya masih cukup aman dan nyaman untuk keluarga. 


Namun memang orang tua kami nggak melihat Curug Sodong dari jarak cukup dekat, ya. Mereka melihatnya di dekat tempat parkir mobil. Jadi masih aman. Tapi sayangnya pas saat itu kami ke sana nggak ada kursi atau yang bisa diduduki sambil menikmati curug. 


curug-sodong-geopark-ciletuh-sukabumi

liburan-keluarga-ke-curug-sodong-geopark-ciletuh-sukabumi



Menurutku, lebih bagus dan nyaman lagi kalau ada fasilitas tempat duduk atau bahkan gazebo-gazebo kali, ya. Jadi orang tua yang sudah lansia tetap bisa duduk santai sambil menikmati curug ini.


Nah, kalau anak-anak terlihat sangat senang dan excited banget melihat air terjun besar di depan mata. Dari area parkir mereka langsung mau mendekati air terjun. Aku, suami, dan anak-anak akhirnya turun ke bawah dan bisa lebih dekat dengan curug ini. Aku pun nggak henti mengabadikan foto-foto mereka di sana. Curug Sodong memang memiliki banyak spot menarik yang instagramable.


Baca Juga: Perjalanan Depok - Ciletuh Sukabumi dengan Motor



Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Curug Sodong


Sebenarnya kalau dilihat-lihat ada cukup banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Curug Sodong. Nggak hanya sekadar melihat air terjun, wisatawan juga bisa menikmati berbagai pengalaman menarik di sini.


1. Foto dengan Latar Air Terjun


Pokoknya jangan sampai melewatkan untuk mengabdikan diri di depan air terjun ini. Curug Sodong memiliki pemandangan yang fotogenik. Bentuk air terjunnya yang lebar dengan aliran air deras bisa membuat hasil foto terlihat dramatis. 


liburan-ke-curug-sodong-geopark-ciletuh-sukabumi


2. Healing di Alam Menikmati Udara Segar


Salah satu alasan banyak orang datang ke Curug Sodong adalah untuk mencari suasana tenang. Udara di kawasan ini terasa segar dan jauh dari polusi kota.


Duduk santai sambil mendengarkan suara air terjun ternyata sangat membantu melepas penat. Rasanya seperti recharge energi sebelum kembali ke rutinitas sehari-hari.


Satu hal yang aku suka juga saat berkunjung ke Curug Sodong adalah suasananya yang nggak ramai. Sepertinya pas kami ke sana, kawasan Ciletuh memang belum terlalu ramai bangetbdi media sosial. Makanya Curug Sodong Pun belum tampak banyak pengunjungnya… 


Nah, kalau sekarang setahu aku Curug Sodong termasuk destinasi yang ramai di Ciletuh. Selain karena pemandangannya, akses ke tempat ini pun juga mudah. 



3. Membuat Konten Foto dan Video


Bagi content creator atau pecinta fotografi, Curug Sodong bisa jadi tempat yang sangat  menarik untuk membuat konten. Pemandangan alamnya sangat mendukung untuk menghasilkan foto maupun video yang cantik.


Banyak sudut menarik yang bisa dijadikan latar konten, mulai dari area jembatan, aliran sungai, hingga panorama air terjunnya sendiri.


Makanya kalau ke daerah Ciletuh, menurutku jangan sampai melewatkan destinasi yang satu ini… :)


curug-sodong-geopark-ciletuh-sukabumi

curug-sodong-geopark-ciletuh-sukabumi


4. Kemah dengan Pemandangan Curug

Nah, kalau punya waktu lebih luang, bisa juga mencoba kemping di Curug Sodong. Aku beberapa waktu lalu pernah melihat konten video di media sosial yang menceritakan pengalamannya kemah di Curug Sodong. 


Menarik banget! Begitu membuka kemah, pemandangan Curug Sodong langsung tampak di depan mata. Kebayang, kan, ya, pagi-pagi, udara segar, langsung bisa lihat view indah di Ciletuh ini.


Hanya saja yang perlu diperhatikan seingatku ada larangan untuk berenang di Curug Sodong dna mendekati bagian curugnya. Sepertinya memang alirannya deras sekali dan juga dalam. Jadi kalau bawa anak-anak mesti diperhatikan, ya. 



Apa Istimewanya Curug Sodong Dibanding Curug Lainnya?


Di Sukabumi, termasuk di Geopark  Ciletuh sebenarnya ada banyak air terjun. Namun Curug Sodong memiliki beberapa keunikan yang membuatnya berbeda dari curug lainnya.


Curug Sodong dikenal memiliki bentuk air terjun yang cukup lebar dengan dua aliran utama. Bentuknya terlihat megah dan berbeda dibanding air terjun kecil pada umumnya.


Banyak orang menyebut Curug Sodong memiliki panorama yang sangat fotogenik karena perpaduan tebing batu dan aliran airnya terlihat dramatis.


Nah, tapi mesti tahu waktu juga kalau mau main ke curug ini. Pas ke Curug Sodong rombongan sama sekeluarga kami mendapati Curug Sodong yang alirannya deras. 

Bahkan dari jarak jauh saja cipratan airnya mampu mengenai wajah. 


Namun saat pertama kali ke Curug Sodong, aliran curug kecil sekali. Makanya bagusan memang saat alirannya deras… :) 


Lokasi Curug Sodong yang berada di kawasan Geopark Ciletuh juga menjadi nilai tambah tersendiri. Wisatawan nggak hanya menikmati air terjun, tetapi juga bisa sekalian menjelajahi berbagai destinasi alam lain di sekitarnya.


Dalam satu perjalanan, wisatawan bisa menikmati bukit, pantai, hingga air terjun sekaligus. Lumayan banget, kan, bisa puas jalan-jalan ke berbagai tempat! 



curug-sodong-geopark-ciletuh-sukabumi



Curug Sodong menjadi salah satu destinasi wisata alam di Sukabumi yang layak dikunjungi bersama keluarga. Keindahan air terjunnya, suasana alam yang masih asri, serta lokasinya yang berada di kawasan Geopark Ciletuh membuat tempat ini memiliki daya tarik dan nilai tambah tersendiri.


Bagi Manteman yang ingin mencari destinasi healing, wisata keluarga atau sekadar menikmati keindahan alam Sukabumi, Curug Sodong bisa menjadi pilihan menarik.


Perjalanan panjang dari Depok memang cukup melelahkan, tetapi pengalaman menikmati alam bersama keluarga tercinta benar-benar menjadi kenangan yang berharga. Apalagi ini pengalaman liburan bersama mama dan papaku yang sekarang sudah nggak mungkin bisa kuulangi kembali… :’)




Dita Indrihapsari


Contact Form

Name

Email *

Message *