Sekitar dua bulan lalu, aku harus melakukan perjalanan ke Cirebon untuk menemani kakakku yang sedang dirawat di rumah sakit. Bukan untuk liburan atau jalan-jalan seperti biasanya, melainkan karena kakakku mengalami kecelakaan saat sedang bekerja di kota tersebut.
Setelah sekitar lima hari berada di Cirebon, akhirnya aku kembali ke Depok dengan menggunakan kereta api. Kali ini, aku memilih Kereta Api Cakrabuana dari Stasiun Cirebon Kejaksan menuju Stasiun Gambir, Jakarta.
Jujur, setelah empat malam tidur beralaskan matras di lantai rumah sakit, rasanya aku ingin menikmati perjalanan pulang dengan lebih nyaman. Makanya, kali ini aku memilih kelas eksekutif. :’)
Ternyata, perjalanan pulang naik KA Cakrabuana ini cukup menyenangkan. Selain waktu tempuhnya relatif singkat, pemandangan sepanjang perjalanan juga membuatku bisa menikmati perjalanan meskipun cuma pergi sendirian.
Nah, di tulisan kali ini aku mau berbagi pengalaman naik KA Cakrabuana dari Cirebon ke Gambir, mulai dari alasan memilih kereta ini, harga tiket, suasana perjalanan, sampai kenyamanan kursi kelas eksekutifnya.
Siapa tahu bisa menjadi referensi buat Manteman yang berencana bepergian dengan rute yang sama. Yuk, ikuti ceritaku!
Perjalanan ke Cirebon untuk Menemani Kakak di Rumah Sakit
Jadi, ceritanya kakakku, Mba Dina, sedang bertugas di Cirebon ketika mengalami kecelakaan yang cukup parah hingga menyebabkan tulang kakinya patah. Kondisi tersebut membuat kakakku harus menjalani operasi di rumah sakit di Cirebon.
Masalahnya, selama bekerja di sana, kakakku tinggal di kos dan nggak ada keluarga yang menetap di Cirebon. Karena kondisinya membutuhkan pendampingan, aku pun memutuskan untuk berangkat ke sana.
Sebenarnya, aku masih punya kakak yang lain, yaitu Mba Dini. Namun, saat itu iajuga sedang menjalankan tugas pekerjaan di Solo. Rencananya, setelah urusannya selesai, kami akan bergantian menjaga Mba DIna di rumah sakit.
Akhirnya, aku menghabiskan waktu selama lima hari empat malam di Cirebon. Selama di sana, aku menemani kakak menunggu operasi sekaligus membantu merawatnya setelah operasi.
Perjalanan ke Cirebon sendiri aku lakukan dengan naik Kereta Api Blambangan Ekspres dari Stasiun Pasar Senen dan turun di Stasiun Cirebon Kejaksan.
Aku juga sudah menuliskan cerita tentang stasiun ini, mulai dari sejarah, arsitektur, hingga beberapa fasilitas yang sempat aku temui. Kalau Manteman penasaran, bisa membaca tulisan lengkapnya di sini:
Nah, setelah lima hari di Cirebon dan akan bertukar jaga dengan Mba DIni, akhirnya aku bersiap untuk kembali ke Depok. Kali ini, perjalanan pulang akan menjadi cerita tersendiri karena aku mencoba kereta api yang belum pernah aku naiki, yaitu KA Cakrabuana.
Memesan Tiket KA Cakrabuana Sehari Sebelum Keberangkatan
Salah satu hal yang cukup melegakan saat merencanakan perjalanan pulang adalah aku masih bisa mendapatkan tiket KA Cakrabuana meskipun memesannya hanya sehari sebelum keberangkatan. :)
Alhamdulillah, waktu itu pilihan tempat duduk yang tersedia masih cukup banyak. Jadi, aku masih bisa memilih kursi sesuai kelas yang diinginkan.
Aku sendiri baru tahu kalau KA Cakrabuana itu termasuk layanan kereta yang relatif baru. Kereta ini mulai beroperasi 1 Februari 2025 dengan layanan yang menghubungkan Purwokerto dan Gambir, termasuk perjalanan dari Cirebon menuju Jakarta.
Karena ingin perjalanan pulang terasa lebih nyaman setelah beberapa hari menemani kakak di rumah sakit, aku akhirnya memilih kelas eksekutif.
Pertimbangannya sederhana, sih. Selama empat malam di rumah sakit, aku tidur beralaskan matras di lantai. Walaupun bisa beristirahat, tentu rasanya berbeda dengan tidur di kasur yang nyaman. Jadi, untuk perjalanan pulang, aku ingin sedikit memanjakan diri dengan duduk lebih nyaman selama di kereta.
Harga tiket yang kubayar waktu itu sekitar Rp230.000 untuk kelas eksekutif. Menurutku, harga tersebut masih cukup terjangkau untuk perjalanan dengan fasilitas yang lebih nyaman, apalagi waktu tempuhnya juga relatif singkat.
Oiya, perlu diingat juga kalau harga tiket bisa berubah tergantung tanggal perjalanan, ketersediaan kursi, dan tarif yang berlaku saat pemesanan, ya. Jadi, sebaiknya cek kembali harga terbaru melalui aplikasi Access by KAI sebelum berangkat.
Jadwal Kereta Api Cakrabuana Cirebon–Gambir
Buat Manteman yang sedang mencari jadwal KA Cakrabuana, kereta ini melayani beberapa relasi, termasuk perjalanan dari Cirebon menuju Gambir dan sebaliknya.
Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan KAI, berikut jadwal keberangkatan dan kedatangannya.
Jadwal KA Cakrabuana dari Cirebon menuju Gambir
Stasiun Cirebon: berangkat pukul 16.00 WIB
Stasiun Jatibarang: tiba pukul 16.28 WIB, berangkat pukul 16.30 WIB
Stasiun Haurgeulis: tiba pukul 16.58 WIB, berangkat pukul 17.00 WIB
Stasiun Pegadenbaru: tiba pukul 17.10 WIB, berangkat pukul 17.12 WIB
Stasiun Bekasi: tiba pukul 18.17 WIB, berangkat pukul 18.19 WIB
Stasiun Gambir: tiba sekitar pukul 18.43 WIB
Jadwal KA Cakrabuana dari Gambir menuju Cirebon
Stasiun Gambir: berangkat pukul 10.50 WIB
Stasiun Bekasi: tiba pukul 11.16 WIB, berangkat pukul 11.18 WIB
Stasiun Cikampek: tiba pukul 11.58 WIB, berangkat pukul 12.00 WIB
Stasiun Haurgeulis: tiba pukul 12.36 WIB, berangkat pukul 12.50 WIB
Stasiun Jatibarang: tiba pukul 13.19 WIB, berangkat pukul 13.21 WIB
Stasiun Cirebon: tiba sekitar pukul 13.50 WIB
Jadwal di atas bisa aja berubah sewaktu-waktu, ya. Jadi, untuk memastikan jadwal keberangkatan pada tanggal perjalananmu, jangan lupa mengeceknya kembali melalui website dan social media resmi KAI.
Berapa Harga Tiket KA Cakrabuana Cirebon–Gambir?
Selain jadwal, informasi harga tiket tentu menjadi salah satu hal yang dicari sebelum memutuskan naik kereta api.
KA Cakrabuana menyediakan pilihan kelas ekonomi dan eksekutif untuk perjalanan pada relasi tertentu. Berdasarkan informasi tarif yang pernah diumumkan KAI pada 2025, harga tiket relasi Cirebon–Gambir untuk kelas ekonomi berada di kisaran Rp130.000–Rp150.000, sedangkan kelas eksekutif sekitar Rp180.000–Rp210.000.
Sementara itu, tiket kelas eksekutif yang aku beli waktu itu sekitar Rp230.000.
Ada kemungkinan perbedaan harga karena tanggal perjalanan dan tarif yang berlaku saat pemesanan. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dijadikan gambaran aja, bukan patokan harga tetap, ya.
Kalau ingin membandingkan harga kelas ekonomi dan eksekutif, Manteman bisa mengecek langsung di Access by KAI. Dengan begitu, bisa memilih kelas yang sesuai dengan bujet dan kebutuhan perjalanan.
Buatku pribadi, selisih harga tiket menjadi pertimbangan yang cukup masuk akal karena aku ingin beristirahat dengan lebih nyaman setelah beberapa hari berada di rumah sakit.
Pengalaman Naik KA Cakrabuana Kelas Eksekutif
Akhirnya, tibalah waktunya naik KA Cakrabuana dari Stasiun Cirebon Kejaksan menuju Gambir.
Sebelum berangkat, aku sempat memanfaatkan waktu untuk melihat-lihat area stasiun. Seperti yang sudah aku ceritakan di artikel sebelumnya, Stasiun Cirebon Kejaksan punya bangunan yang menarik dan fasilitas yang cukup memadai untuk menunggu keberangkatan kereta.
Setelah proses check in selesai, sholat, dan beli sedikit oleh-oleh untuk anak-anak, aku masuk ke kereta dan mencari tempat duduk sesuai nomor yang tertera pada tiket.
Kursinya nyaman dan ruang kaki cukup lega
Salah satu hal yang langsung aku perhatikan tentu saja tempat duduknya. Karena memilih kelas eksekutif, aku berharap bisa duduk dengan nyaman selama perjalanan.
Menurutku, kursi KA Cakrabuana yang kutempati cukup nyaman. Ruang untuk kaki juga masih terasa cukup luas, jadi aku nggak merasa terlalu sempit selama duduk.
Buatku, hal seperti ini penting, apalagi ketika melakukan perjalanan setelah hari-hari yang melelahkan. Bisa duduk dengan nyaman selama perjalanan membuat badan terasa lebih rileks.
Memang, setiap orang bisa punya penilaian berbeda soal kenyamanan kursi. Namun, berdasarkan pengalamanku waktu itu, fasilitas tempat duduk kelas eksekutifnya sudah cukup memenuhi kebutuhan perjalanan pulang.
Menikmati pemandangan sawah sepanjang perjalanan
Hal lain yang kusukai dari perjalanan ini adalah pemandangan di luar jendela.
Beberapa kali, aku melihat hamparan sawah di sepanjang jalur yang dilewati kereta. Pemandangan seperti ini selalu punya daya tarik tersendiri buatku. Rasanya menyenangkan melihat suasana pedesaan dari balik jendela kereta, apalagi ketika perjalanan berlangsung dengan tenang.
Walaupun kali ini bepergian sendirian, aku tetap bisa menikmati perjalanan dengan caraku sendiri. Nggak harus mengobrol dengan teman perjalanan atau melakukan banyak hal. Duduk santai sambil melihat pemandangan di luar jendela pun sudah cukup menyenangkan.
Perjalanan terasa singkat
Hal berikutnya yang cukup berkesan adalah durasi perjalanan yang terasa singkat.
Dari Cirebon menuju Gambir, perjalanan KA Cakrabuana yang kualami berlangsung sekitar dua jam empat puluh lima menit. Buatku, durasi tersebut cukup nyaman untuk perjalanan antarkota.
Nggak terasa, kereta sudah mendekati Jakarta dan perjalanan pun hampir selesai. Apalagi setelah beberapa hari menjalani rutinitas di rumah sakit, tentu ada rasa lega ketika akhirnya bisa kembali ke rumah dan beristirahat dengan lebih tenang.
Kesan Setelah Naik KA Cakrabuana dari Cirebon ke Gambir
Secara keseluruhan, aku cukup menikmati perjalanan pulang naik KA Cakrabuana dari Cirebon menuju Gambir.
Mulai dari proses pemesanan tiket yang masih memungkinkan dilakukan sehari sebelum keberangkatan, kursi kelas eksekutif yang nyaman, ruang kaki yang cukup lega, sampai pemandangan sawah yang beberapa kali terlihat sepanjang perjalanan, semuanya membuat perjalanan terasa menyenangkan.
Menurutku, harga tiket kelas eksekutif yang kubayar sekitar Rp230.000 juga masih cukup affordable untuk pengalaman perjalanan yang kudapatkan.
Tentu saja, pengalamanku ini bersifat personal, yaa. Kenyamanan dan harga tiket bisa berbeda untuk setiap penumpang, tergantung kebutuhan serta waktu keberangkatan.
Buat Manteman yang berencana bepergian dari Cirebon menuju Jakarta, KA Cakrabuana bisa menjadi salah satu pilihan transportasi yang layak dipertimbangkan. Jangan lupa mengecek jadwal, harga tiket, dan ketersediaan kursi sebelum memesan, ya!
Perjalanan kali ini mungkin bukan perjalanan yang kurencanakan untuk bersenang-senang. Aku datang ke Cirebon karena ingin menemani kakak yang sedang membutuhkan keluarga di sisinya.
Namun, di tengah situasi yang cukup melelahkan itu, perjalanan pulang naik KA Cakrabuana memberiku kesempatan untuk beristirahat sejenak dan menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.
Setelah lima hari empat malam di Cirebon, akhirnya aku bisa kembali ke rumah dengan membawa cerita baru. Bukan tentang destinasi wisata atau kuliner yang kucoba, melainkan tentang perjalanan yang jadi bagian dari pengalaman hidupku.
Semoga kakakku segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Dan semoga cerita pengalamanku naik KA Cakrabuana Cirebon–Gambir ini bisa membantu Manteman yang sedang mencari referensi perjalanan dengan kereta api, yaa.
Dita Indrihapsari


























